Jambi,KM-Kegiatan SELARAS MIGAS menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor serta tata kelola pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan industri hulu minyak dan gas bumi. Forum yang digagas oleh Pertamina EP Field Jambi bersama PHE Jambi Merang tersebut berlangsung di Hotel BW Luxury Jambi, Rabu (6/5), dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, hingga sektor energi nasional.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi penting dalam mendukung pengelolaan aset negara yang tertib, aman, dan berkelanjutan. Selain itu, forum SELARAS MIGAS juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keselamatan operasional industri migas, perlindungan masyarakat di sekitar wilayah kerja, serta keberlanjutan lingkungan hidup.
Sejumlah narasumber dari instansi strategis turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Jambi, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Wilayah Sumatera Bagian Selatan, KPKNL Jambi, Komando Resort Militer 042/Garuda Putih, Kejaksaan Tinggi Jambi, serta perwakilan SKK Migas Sumbagsel. Peserta forum berasal dari unsur Forkopimca yang berada di wilayah operasional Pertamina EP Field Jambi dan PHE Jambi Merang.
Sebagai sektor strategis nasional, industri hulu migas memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menopang penerimaan negara. Dalam pelaksanaannya, kegiatan operasional migas memanfaatkan BMN yang pengelolaannya dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk PT Pertamina EP Field Jambi dan Pertamina Hulu Energi Jambi Merang di bawah pengawasan SKK Migas.
Meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap pemanfaatan aset negara, khususnya di wilayah operasi migas, memunculkan berbagai dinamika baru. Permintaan penggunaan BMN untuk kepentingan publik terus berkembang, namun pemanfaatannya harus tetap berada dalam koridor regulasi, menjunjung prinsip tata kelola yang baik (good governance), memenuhi aspek legalitas, serta tidak mengganggu keberlangsungan operasi hulu migas.
Melalui forum SELARAS MIGAS, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan penguatan koordinasi lintas sektor terkait pemanfaatan BMN di lingkungan Pertamina. Forum ini tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan pemanfaatan aset negara dilakukan secara tertib, aman, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa menghambat keberlanjutan operasi migas nasional.
Pjs GM Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Tedjo Soemantri, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga tata kelola aset negara di sektor hulu migas.
“Industri hulu minyak dan gas bumi merupakan sektor strategis nasional yang berperan vital dalam menjaga ketahanan energi. Tidak hanya berorientasi pada pencapaian target produksi, sektor ini juga memiliki tanggung jawab dalam optimalisasi penerimaan negara, pengamanan aset, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh aset yang digunakan dalam kegiatan hulu migas merupakan BMN yang wajib dikelola secara tertib, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Di tengah meningkatnya kebutuhan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik dan pengembangan ekonomi daerah, kita dihadapkan pada tantangan untuk memastikan setiap pemanfaatan tetap berada dalam koridor hukum serta tidak mengganggu keselamatan dan keberlangsungan operasi hulu migas,” katanya.
Tedjo juga menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama, terutama karena banyak fasilitas migas berada di dekat kawasan permukiman warga.
“Kondisi ini menuntut pengelolaan yang semakin cermat, pengawasan yang ketat, serta komunikasi yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan guna meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan bersama,” tambahnya.
Menurutnya, forum SELARAS MIGAS memiliki peran strategis dalam menyatukan persepsi serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Kolaborasi yang solid menjadi kunci agar pengelolaan BMN dan operasional migas dapat berjalan secara aman, tertib, dan sesuai ketentuan hukum. Keselarasan pemahaman akan menjadi kekuatan dalam menjaga keberlanjutan energi nasional,” tegasnya.
Wali Kota Jambi Apresiasi Forum SELARAS MIGAS
Wali Kota Jambi, Maulana, turut mengapresiasi penyelenggaraan forum SELARAS MIGAS yang dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pemanfaatan aset negara untuk kepentingan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan SELARAS MIGAS ini. Pembahasan terkait Barang Milik Negara yang dikelola oleh Pertamina harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Ia menilai forum tersebut menjadi ruang strategis karena menghadirkan seluruh pemangku kepentingan dalam satu wadah koordinasi.
“Momentum ini sangat baik karena seluruh stakeholder hadir. Ini menjadi kesempatan untuk menyatukan persepsi dan mempercepat langkah bersama,” katanya.
Maulana juga menyoroti kontribusi Pertamina melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang manfaatnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk program gasifikasi rumah tangga.
“Kami mengapresiasi berbagai program Pertamina, termasuk dukungan melalui CSR dan program gasifikasi seperti jaringan gas ke rumah-rumah warga. Ini penting untuk mendorong masyarakat mendapatkan akses energi yang lebih murah dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia berharap implementasi program energi alternatif dapat terus dipercepat guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG subsidi.
Selain itu, Wali Kota Jambi menekankan pentingnya penyelesaian persoalan tumpang tindih lahan yang berkaitan dengan aset dan operasional migas melalui koordinasi lintas sektor.
“Kami akan mendorong pertemuan lanjutan dengan seluruh pihak terkait, mulai dari instansi pengelola aset negara, aparat penegak hukum, hingga Pertamina, untuk merumuskan langkah konkret. Ini penting agar tidak terjadi dinamika yang berpotensi menimbulkan risiko di masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi yang telah terbangun melalui forum ini harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata dan terukur.
“Sinergi ini harus kita jaga dan tindak lanjuti bersama, agar pemanfaatan aset negara benar-benar memberikan manfaat optimal tanpa menimbulkan dampak yang tidak diinginkan,” tutupnya.
Perkuat Koordinasi dan Kepastian Regulasi
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safe’i Syafri, menegaskan bahwa forum SELARAS MIGAS menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman bersama terkait pemanfaatan BMN di lingkungan hulu migas.
Dengan mengusung tema pemanfaatan aset negara secara tertib, aman, dan sesuai regulasi, kegiatan ini dinilai strategis dalam menjawab berbagai tantangan di lapangan, khususnya meningkatnya kebutuhan pemanfaatan aset untuk kepentingan publik tanpa mengabaikan aspek hukum serta keberlangsungan operasional migas.
Dalam praktiknya, SKK Migas menjelaskan bahwa seluruh aset yang digunakan dalam kegiatan hulu migas merupakan BMN yang pengelolaannya harus melalui proses evaluasi ketat dan koordinasi lintas kementerian. Langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya konflik hukum maupun sosial, termasuk tumpang tindih kepemilikan lahan atau penggunaan aset yang masih direncanakan untuk kegiatan eksplorasi dan produksi.
Karena itu, setiap permohonan pemanfaatan aset negara tidak dapat diputuskan secara instan, melainkan harus melalui kajian menyeluruh agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.
Melalui forum ini, SKK Migas menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi terbaik atas berbagai dinamika di lapangan. Kolaborasi yang kuat dinilai menjadi kunci agar pemanfaatan BMN dapat berjalan selaras dengan kepentingan publik sekaligus mendukung target peningkatan produksi migas nasional.
“Pada prinsipnya, seluruh upaya ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat dan negara, namun tetap harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Melalui SELARAS MIGAS, diharapkan tercipta keselarasan pemahaman dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam pemanfaatan BMN di lingkungan Pertamina. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap pemanfaatan aset negara dilakukan secara tertib, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengganggu keberlanjutan operasi hulu migas.(Eggy)











Komentar