JAMBI, KM – Komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan Pertamina EP Jambi Field melalui program pengembangan kapasitas usaha bagi pelaku UMKM perempuan. Melalui kegiatan Studi Banding dan Pelatihan Pengembangan Produk Makanan Ringan Lokal yang digelar pada 15–16 Mei 2026 di Kota Padang, Sumatera Barat, perusahaan mendorong lahirnya produk-produk unggulan baru yang mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Program yang merupakan bagian dari kegiatan Pengembangan Masyarakat (Community Development) tersebut menyasar Kelompok Kuliner Kenali Asam Atas (KUALITAS), sebuah kelompok usaha yang beranggotakan enam ibu rumah tangga. Kehadiran program ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi usaha mikro agar mampu berkembang secara berkelanjutan di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Selama ini, anggota Kelompok KUALITAS telah aktif memproduksi berbagai jenis makanan seperti kue tradisional, roti, donat, hingga aneka cookies. Namun produk-produk tersebut masih tergolong umum dan banyak dipasarkan oleh pelaku UMKM lainnya. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena kelompok belum memiliki produk khas yang mampu menjadi identitas usaha sekaligus pembeda di pasar. Di sisi lain, sebagian besar produksi masih dilakukan berdasarkan pesanan sehingga kontinuitas usaha dan potensi peningkatan pendapatan belum dapat dimaksimalkan.

Melihat kondisi tersebut, Pertamina EP Jambi Field menilai perlunya penguatan kapasitas kelompok melalui transfer pengetahuan, peningkatan keterampilan produksi, serta pembelajaran langsung dari pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal. Langkah ini diharapkan mampu membuka wawasan anggota kelompok dalam membaca peluang usaha sekaligus menciptakan inovasi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pelatihan difasilitasi oleh Royal Asia College Padang, lembaga yang berpengalaman dalam penyelenggaraan pelatihan dan studi banding pengembangan usaha masyarakat. Melalui pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami berbagai aspek penting dalam pengelolaan usaha, mulai dari proses produksi, inovasi produk, pemasaran hingga strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.
Salah satu agenda utama kegiatan adalah kunjungan studi banding ke Pusat Oleh-Oleh Ummi Aufa Hakim, salah satu pelaku usaha yang sukses mengembangkan produk makanan ringan khas Sumatera Barat. Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah usaha lokal tumbuh menjadi produk unggulan daerah yang memiliki pasar luas serta mampu mempertahankan kualitas produksinya secara konsisten.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan dari Winda Nisrinah, Manager UMKM Ummi Aufa Hakim Cabang Kota Padang. Ia membagikan pengalaman dan strategi pengembangan usaha yang telah diterapkan sehingga mampu menciptakan produk yang tidak hanya diminati konsumen lokal, tetapi juga menjadi oleh-oleh khas yang dicari wisatawan.
Tidak berhenti pada teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan berbagai produk olahan berbahan dasar ubi dan singkong. Beragam produk seperti keripik balado atau sanjai dengan berbagai varian rasa hingga rengginang singkong diperkenalkan sebagai contoh inovasi pangan lokal yang memiliki peluang pasar menjanjikan. Pemilihan singkong sebagai bahan baku utama dinilai relevan karena mudah diperoleh, memiliki nilai ekonomis, serta dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah tinggi.
Pengembangan produk berbahan dasar singkong menjadi salah satu fokus utama karena dinilai memiliki prospek besar untuk diadaptasi oleh Kelompok KUALITAS. Selain memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan sebagian besar kue tradisional khas daerah, produk olahan singkong juga memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan secara luas dan diproduksi secara berkala. Dengan demikian, kelompok tidak lagi bergantung pada sistem produksi berdasarkan pesanan semata.
Manager Community Involvement and Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM lokal.
Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menciptakan usaha yang mampu bertahan dan berkembang. Karena itu, perusahaan tidak hanya memberikan dukungan berupa pelatihan keterampilan teknis, tetapi juga membuka akses pembelajaran langsung kepada pelaku usaha yang telah berhasil sehingga peserta memperoleh gambaran nyata mengenai strategi pengembangan usaha yang efektif.
“Melalui pelatihan dan studi banding ini, kami berharap anggota Kelompok KUALITAS tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam menghasilkan produk makanan ringan yang memiliki nilai jual, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan usaha yang baik dan berkelanjutan. Kami ingin kelompok ini mampu menghadirkan produk unggulan yang khas, kompetitif, dan dapat diproduksi secara berkala sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus penting dalam program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan. Keberhasilan UMKM lokal diyakini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan usaha baru dan penguatan rantai ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, enam anggota Kelompok KUALITAS ditargetkan mampu meningkatkan kemampuan produksi makanan ringan berbahan dasar singkong sekaligus memperkuat pemahaman mengenai manajemen usaha, pengendalian mutu, serta standardisasi proses produksi. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi kelompok untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Lebih jauh, program ini menargetkan lahirnya sedikitnya dua produk unggulan baru yang dapat diproduksi secara rutin oleh kelompok. Kehadiran produk baru tersebut diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah usaha, serta memperkuat identitas Kelompok KUALITAS sebagai pelaku UMKM yang memiliki produk khas dan berbeda dari kompetitor lainnya.
Ke depan, pengembangan produk inovatif berbasis potensi lokal ini diharapkan menjadi titik awal transformasi usaha kelompok menuju UMKM yang lebih mandiri, tangguh, dan berdaya saing. Dengan dukungan pendampingan yang berkelanjutan, Kelompok KUALITAS berpeluang tumbuh menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan ekonomi perempuan yang mampu mengubah potensi lokal menjadi sumber kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat sekitar. (Eggy)








Komentar