Bangkok, Thailand, 24 April 2026 – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.Dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, PHR Zona 1 berhasil meraih dua penghargaan bergengsi.
Penghargaan Platinum untuk kategori Best Women Empowerment diraih PT Pertamina EP Field Jambi melalui program Srikandi Perubahan. Sementara itu, penghargaan Silver untuk kategori Best Community Program diraih Pertamina Hulu Energi Jambi Merang melalui program Beeyond Honey.
Capaian ini mempertegas posisi PHR Zona 1 sebagai pelaku industri energi yang mampu mengintegrasikan kinerja bisnis dengan prinsip keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Program Srikandi Perubahan hadir sebagai solusi atas tantangan reintegrasi sosial bagi Warga Binaan Perempuan (WBP) di Lapas Perempuan Kelas II Jambi. Sejak 2021, program ini mengembangkan pendekatan berbasis keterampilan, khususnya pelatihan membatik, yang kemudian berkembang menjadi ekosistem usaha produktif.
Hingga kini, program tersebut telah mendorong terbentuknya sedikitnya 10 unit usaha di berbagai sektor, mulai dari kriya, kuliner, hingga pertanian. Selain itu, penguatan soft skills seperti manajemen emosi dan pengelolaan keuangan turut menjadi bagian penting dalam proses pemberdayaan.
Lebih dari sekadar pelatihan, Srikandi Perubahan menjadi ruang transformasi bagi para WBP untuk membangun kembali kepercayaan diri, identitas, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.
Di sisi lain, program Beeyond Honey menghadirkan model pemberdayaan berbasis konservasi yang menjawab tantangan ekologis dan sosial secara simultan. Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap menurunnya populasi lebah serta degradasi ekosistem yang berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Melalui pendekatan terintegrasi—meliputi budidaya lebah sebagai bioindikator lingkungan, revegetasi, edukasi masyarakat, hingga pembentukan koperasi madu—program ini kini mampu menghasilkan 150 hingga 250 kilogram madu per bulan.
Inisiatif tersebut tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Mengusung tema “AI, Energy & Transition: Resetting ESG in a New Economy”, ajang tahun ini menyoroti pentingnya peran teknologi dalam transformasi praktik ESG global. Diskusi panel menekankan bahwa pembangunan harus tetap berorientasi pada manusia (human-centric development), dengan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) sebagai enabler peningkatan kesejahteraan.
Dalam closing remarks, Matthias Gelber menegaskan bahwa setiap individu dan organisasi memiliki peran sebagai force of good dalam menjaga keberlanjutan bumi melalui kolaborasi lintas sektor.
Manager CID Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, menyatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan validasi atas pendekatan pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan nyata masyarakat.
“Keberhasilan ESG tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi dari perubahan hidup yang dihasilkan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PHR Zona 1 tidak hanya adaptif terhadap dinamika global, tetapi juga konsisten menempatkan manusia sebagai pusat setiap inisiatif pembangunan.
Sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero), PHR terus mengelola wilayah kerja hulu migas di Sumatera secara bertanggung jawab dengan komitmen menghadirkan operasi yang selamat, andal, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. (Eggy)








Komentar