Mengail Harapan dari Embung Desa Makartitama, PHE Ogan Komering Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Sumsel72637 Dilihat

SUMSEL, KM — Embung desa seluas kurang lebih 2.000 meter persegi di Desa Makartitama, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang semula hanya dimanfaatkan sebagai sumber pengairan lahan pertanian, kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat berkat program pemberdayaan dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Ogan Komering Field.

Seiring berjalannya waktu, fungsi embung yang dibangun atas inisiatif pemerintah desa tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi itu kemudian memunculkan gagasan dari salah seorang warga, Erliyanto (48), untuk mengembangkan potensi embung agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Berangkat dari keyakinannya, Erliyanto mulai merancang pemanfaatan embung sebagai lokasi budidaya ikan air tawar, seperti lele, nila, dan patin. Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari PHE Ogan Komering melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah dijalankan perusahaan di Desa Makartitama sejak 2022.

Pada 2024, kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan semakin diperkuat melalui pendampingan intensif kepada kelompok pengelola embung. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan pengelolaan usaha dan budidaya perikanan.

“Kalau desa punya potensi sebesar ini, kenapa tidak kita hidupkan bersama-sama? Saya ingin embung ini bukan hanya bermanfaat untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan,” ujar Erliyanto.

Berkat pendampingan tersebut, pengembangan budidaya ikan di embung mulai menunjukkan hasil nyata. Bahkan, kawasan itu kini berkembang menjadi destinasi wisata kolam pemancingan yang mampu menarik minat masyarakat sekitar.

Tak berhenti pada sektor budidaya, kelompok pengelola juga mulai menerapkan konsep usaha berkelanjutan melalui pemanfaatan maggot sebagai bahan baku pakan ikan. Inovasi tersebut dinilai efektif dalam menekan biaya operasional sekaligus mendukung praktik ramah lingkungan.

Kini, embung Desa Makartitama tak hanya berfungsi sebagai sumber irigasi pertanian, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi warga. Dari usaha budidaya ikan dan wisata pemancingan, kelompok pengelola mampu meraih pendapatan hingga Rp25 juta per bulan.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan desa, sebagian pendapatan kelompok juga rutin disalurkan untuk mendukung berbagai kebutuhan dan kegiatan masyarakat di Desa Makartitama.
Komitmen mendukung pengembangan kawasan tersebut turut diperkuat melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh oleh PHE Ogan Komering di area wisata embung.

Energi terbarukan dari PLTS dimanfaatkan untuk menunjang operasional kawasan, mulai dari penerangan malam hari, pompa air, aerator, hingga mesin pendingin dan fasilitas listrik lainnya. Kehadiran PLTS tersebut juga mampu menghemat biaya operasional kelompok pengelola antara Rp850 ribu hingga Rp1,5 juta setiap bulan.

Program pemberdayaan masyarakat ini ditargetkan memasuki tahap exit program pada akhir 2026, dengan harapan masyarakat dapat mengelola potensi embung secara mandiri dan berkelanjutan tanpa ketergantungan pada pendampingan perusahaan.

Transformasi embung Desa Makartitama menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan mampu melahirkan sumber penghidupan baru yang berkelanjutan. Dari tepian embung yang sebelumnya kurang produktif, kini tumbuh harapan baru bagi perekonomian desa.

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Zona 4, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pihaknya percaya potensi desa yang dikelola bersama masyarakat dapat berkembang menjadi sumber ekonomi baru yang berdaya saing.

“Kami percaya potensi desa yang dikelola bersama masyarakat dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan baru. Semangat dan kepedulian yang ditunjukkan Erliyanto menjadi inspirasi bagi PHE Ogan Komering dan PHR Zona 4 dalam mendukung upaya pemberdayaan untuk kemandirian masyarakat yang berkelanjutan,” ungkapnya.(Eggy)

Komentar