OGAN ILIR,KM— Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Herryandi Sinulingga, AP, menghadiri secara langsung kegiatan Kick Off Gerakan Nasional Migran Aman yang diselenggarakan secara serentak dan terintegrasi secara nasional di Gedung Pendopoan Bupati Ogan Ilir, Senin (18/5/2026).
Kegiatan strategis yang digelar oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia tersebut dihadiri seluruh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi se-Sumatera Selatan, serta perwakilan dari Provinsi Bengkulu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadisnakertrans Muba Herryandi Sinulingga, Kadisnakertrans Banyuasin Epriliansyah, Kadisnakertrans Muara Enim Eddy Irson, Kadisnakertrans PALI Endang Silparensi, Kadisnakertrans Bengkulu Utara Tatang Suryadi, serta perwakilan Kabupaten Mukomuko, Nurdiana.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya migrasi aman, pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta penguatan sistem pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Herryandi Sinulingga mengatakan, kehadiran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam kegiatan nasional tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah pusat sekaligus memperkuat perlindungan bagi masyarakat yang bekerja ke luar negeri.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Bupati Muba HM Toha Tohet bersama Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, Pemerintah Kabupaten Muba terus mendorong penguatan sektor ketenagakerjaan melalui program strategis Desa Migran Emas (Edukasi, Maju, Aman, dan Sejahtera).
“Program ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelindungan maksimal sejak dari tingkat desa sebelum bekerja ke luar negeri,” ujar Herryandi.
Ia menjelaskan, hingga saat ini Kabupaten Muba telah membentuk dua desa percontohan Desa Migran Emas, yakni Desa Ulak Paceh di Kecamatan Lawang Wetan dan Desa Tebing Bulang di Kecamatan Sungai Keruh.
Program Desa Migran Emas tersebut dirancang secara komprehensif sebagai pusat edukasi dan pelindungan masyarakat terkait migrasi aman. Di dalamnya mencakup penyediaan pusat informasi resmi mengenai prosedur kerja luar negeri, pencegahan praktik percaloan ilegal dan TPPO, pelatihan kerja bersertifikat bagi calon pekerja migran, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga migran.
Selain itu, pemerintah desa juga didorong menyusun regulasi melalui Peraturan Desa (Perdes) guna memperkuat pengawasan dan keberlanjutan pelindungan pekerja migran di tingkat akar rumput.
“Melalui integrasi program Desa Migran Emas ini, Kabupaten Musi Banyuasin siap menyelaraskan kebijakan daerah dengan Gerakan Nasional Migran Aman. Sesuai arahan Bapak Bupati HM Toha Tohet dan Bapak Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen, target kita adalah mewujudkan penempatan pekerja migran yang prosedural agar perlindungan PMI semakin maksimal demi membawa Muba Maju Lebih Cepat dan masyarakat sejahtera,” tegasnya.
Selain agenda penguatan regulasi dan koordinasi nasional, rangkaian kegiatan Kick Off Gerakan Nasional Migran Aman juga diisi dengan aksi sosial kemanusiaan berupa kegiatan donor darah yang diikuti seluruh perwakilan dinas dan peserta yang hadir.(Eggy)








Komentar