Kayuagung, KM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil mengamankan sebuah truk tangki Mitsubishi Fuso yang diduga mengangkut sekitar 26 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar hasil olahan tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Kendaraan tersebut diamankan saat melintas di ruas Tol Kayuagung–Pematang Panggang.
Kasatreskrim Polres OKI, Iptu M. Raka Dwi Darma, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan adanya aktivitas pengangkutan BBM ilegal yang melintas di wilayah hukum Polres OKI.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Unit Tindak Pidana Tertentu (Pidsus) Satreskrim Polres OKI langsung melakukan patroli dan penyelidikan di ruas tol. Hasilnya, petugas menemukan kendaraan yang sesuai dengan ciri-ciri yang dilaporkan.
“Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan di KM 320, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir,” ujar Iptu Raka, Kamis (16/7/2026).
Dari hasil pemeriksaan, truk tangki Mitsubishi Fuso berwarna oranye dengan nomor polisi BE 8767 IU diketahui mengangkut sekitar 26 ton solar hasil olahan (refinery) yang diduga tidak dilengkapi dokumen pengangkutan yang sah.
Sopir berinisial BS (25), warga Kabupaten Lampung Tengah, kepada penyidik mengaku bahwa muatan BBM tersebut berasal dari sumur minyak di wilayah Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin.
Selain mengamankan sopir, petugas juga membawa seorang kernet berinisial L (49) untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kedua orang tersebut kini diamankan di Mapolres OKI bersama kendaraan dan muatan BBM sebagai barang bukti guna menjalani proses penyidikan.
Dalam perkara ini, polisi menyita barang bukti berupa satu unit truk tangki Mitsubishi Fuso warna oranye bermuatan sekitar 26 ton solar hasil olahan yang diduga diangkut tanpa dokumen resmi.
Satreskrim Polres OKI masih terus mendalami asal-usul BBM tersebut, termasuk menelusuri jaringan distribusi dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana di bidang minyak dan gas bumi.(Eggy)












Komentar