Kapolri Luncurkan Skema KUR Petani Jagung, Polri Kawal Ketahanan Pangan Nasional

Sumsel82636 Dilihat

SUMSEL,KM– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekonomi petani dengan menggandeng empat bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani jagung binaan Polri di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Program tersebut dirancang untuk memutus mata rantai tengkulak yang selama ini kerap merugikan petani melalui praktik ijon atau harga beli yang rendah. Dengan dukungan permodalan dari Himbara serta jaminan penyerapan hasil panen oleh Perum Bulog sebagai offtaker, Polri ingin memastikan petani memiliki kepastian usaha dan kedaulatan finansial sejak masa tanam hingga panen.

Kapolri menegaskan bahwa peran Polri dalam program ini tidak hanya sebatas pendampingan penanaman jagung, tetapi juga meluas pada perlindungan kesejahteraan petani. Melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan, Polri memberikan rekomendasi kepada petani atau kelompok tani yang dinilai layak mendapatkan fasilitas KUR. Sementara itu, Bhabinkamtibmas bertugas melakukan pembinaan sekaligus pengawasan di lapangan.

“Kami ingin memastikan petani jagung tidak lagi terjerat praktik tengkulak. Dengan KUR dari Himbara, petani memperoleh modal kerja yang sehat, dan dengan kehadiran Bulog sebagai pembeli hasil panen, ada kepastian harga yang menguntungkan bagi mereka,” ujar Kapolri saat meninjau lokasi penanaman jagung serentak di Indralaya Indah.

Kerja sama yang berlaku selama tiga tahun ini menempatkan Satuan Binmas melalui Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pelaporan perkembangan usaha tani di tingkat desa. Polri juga berperan sebagai penghubung antara petani dan lembaga perbankan, sehingga program ketahanan pangan nasional dapat berjalan efektif menuju visi Indonesia Emas 2045.

Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, yang mendampingi Kapolri dalam kegiatan tersebut, menyatakan kesiapan jajarannya di tingkat Polres hingga Polsek untuk mengawal penyaluran bantuan permodalan agar tepat sasaran dan mampu meningkatkan produksi jagung di wilayah Sumatera Selatan.

Menurut Kapolri, ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Oleh sebab itu, keterlibatan Polri dalam mendukung pembiayaan sektor pertanian merupakan bentuk nyata pelayanan publik yang solutif dan humanis.

“Negara harus hadir di tengah kesulitan petani. Kerja sama dengan Himbara dan Bulog ini menjadi bukti bahwa kita bergerak bersama memperkuat kemandirian pangan. Jika petani sejahtera, stabilitas ekonomi dan keamanan akan terjaga,” kata Listyo Sigit.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan instruksi langsung Kapolri yang harus dijalankan secara presisi oleh seluruh jajaran di wilayah hukum Polda Sumsel.

“Sesuai arahan Bapak Kapolri, kami akan memastikan seluruh kelompok tani binaan di wilayah Polda Sumsel memperoleh akses informasi dan pendampingan maksimal dalam program KUR ini. Tujuannya untuk mewujudkan petani yang mandiri dan terbebas dari cengkeraman tengkulak,” ujarnya.(Eggy)

Komentar