MUSI BANYUASIN, KM — Upaya menjaga ketahanan energi nasional kembali menunjukkan hasil positif. PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 sukses mengembangkan Sumur MJ-169 yang berada di wilayah Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pembukaan new pool compartment Blok Utara–Timur Laut Mangunjaya sebagai sumber cadangan migas baru yang prospektif untuk dikembangkan secara berkelanjutan.Kamis (28/05/26).
Sumur MJ-169 yang berada di area kerja Pertamina EP Zona 4 Ramba Field tersebut menjadi bukti keberhasilan strategi eksplorasi berbasis teknologi dan analisis geologi modern. Temuan ini sekaligus memperkuat posisi Musi Banyuasin sebagai salah satu daerah penopang produksi migas nasional.
New pool compartment sendiri merupakan blok akumulasi hidrokarbon baru yang terisolasi secara geologis. Meski berada dalam lapangan yang telah berproduksi, area ini terpisah dari blok existing akibat adanya perangkap geologi berupa fault sealing atau patahan penyekat. Pada kasus Sumur MJ-169, kompartemen baru tersebut terpisah dari Blok Central Mangunjaya yang sebelumnya telah aktif berproduksi.
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan Sumur MJ-169 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menemukan dan mengoptimalkan cadangan migas baru guna mendukung ketahanan energi nasional.
“Keberhasilan pengembangan Sumur MJ-169 berpotensi membuka pengembangan baru di kompartemen Utara–Timur Laut Mangunjaya. Ke depan, perusahaan akan terus melakukan pengembangan secara terukur dan berkelanjutan guna memaksimalkan volume produksi,” ujarnya.
Pengembangan sumur ini didukung pemanfaatan data 3D Seismik MANJA yang diakuisisi pada tahun 2024. Berdasarkan hasil interpretasi bawah permukaan, Sumur MJ-169 dibor dengan target reservoir batupasir PLB-G menggunakan konsep stratigraphic play, yang dinilai memiliki potensi hidrokarbon signifikan.
Hasilnya pun sangat menggembirakan. Pada uji alir awal (initial flow test) yang dilakukan pada 19 Mei 2026, sumur yang mulai ditajak sejak 3 Mei 2026 tersebut menunjukkan potensi produksi mencapai 1.857 barel minyak per hari (BOPD). Produksi dari sumur baru ini diproyeksikan langsung berkontribusi terhadap target produksi Pertamina EP Ramba Field tahun 2026 sebesar 4.453 BOPD.
Keberhasilan tersebut membuka peluang pengembangan lanjutan di kompartemen Utara–Timur Laut Mangunjaya. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan optimalisasi potensi migas di wilayah kerja PEP Zona 4 sekaligus mendukung pencapaian target produksi minyak nasional.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, turut memberikan apresiasi atas capaian yang diraih tim PEP Zona 4. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan kerja cerdas dan strategi eksplorasi yang tepat sasaran.
“Blok Utara–Timur Laut Mangunjaya ini merupakan new pool compartment yang dipisahkan oleh fault sealing dengan area compartment MJ existing. Temuan ini memberikan kontribusi luar biasa terhadap produksi migas, khususnya di wilayah Sumbagsel,” ungkap Bambang.
Ia menjelaskan, secara potensi reservoir, lapisan PLB-G pada Sumur MJ-169 masih berada dalam kondisi pressure virgin dengan ekivalen SG sebesar 0.985. Kondisi tersebut menandakan cadangan migas di area tersebut masih sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.
Di balik keberhasilan teknis tersebut, dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi turut menjadi faktor penting. Sebelum kegiatan pemboran dilakukan, Tim Relations PEP Zona 4 telah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat pada 16 April 2026 di Mangunjaya.
Kegiatan itu dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan daerah, di antaranya Camat Babat Toman Darwin, Lurah Mangun Jaya Fitriya, Kepala Desa Muara Punjung, Kepala Desa Beruge Iskandar, perwakilan Danramil Babat Toman Edi S., serta perwakilan Polsek Babat Toman Bambang.
Sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim operasi migas yang aman, kondusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Musi Banyuasin.(Eggy)









Komentar