JAMBI,KM– SKK Migas menyambut baik peresmian Field Trial (FT) Injeksi Chemical di Lapangan Meruap, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Minggu (1/3/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat optimisme peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan pengelolaan lapangan-lapangan migas yang telah memasuki fase mature.
FT Injeksi Chemical tersebut dilaksanakan oleh Kerja Sama Operasi Pertamina EP bersama Samudera Energy Bandar Wijaya Property (KSO BWP Meruap). Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi produksi melalui penerapan Improved Oil Recovery (IOR) yang diharapkan mampu menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung pencapaian target lifting minyak pemerintah.
Direktur Utama PT Samudera Energy BWP Meruap, Pantja Sunu Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan SKK Migas yang telah mengawal pelaksanaan FT Injeksi Chemical sejak tahap awal hingga realisasi di lapangan. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk mengoptimalkan kinerja operasi dan produksi.
“Dukungan SKK Migas menjadi suntikan semangat bagi seluruh tim agar kegiatan ini dapat berjalan sesuai target dan memberikan hasil maksimal,” ujarnya.
Pantja menambahkan, proyek ini merupakan field trial pertama di wilayah KSO BWP Meruap bersama Pertamina EP, sehingga diharapkan dapat menjadi model pengembangan EOR/IOR pada lapangan-lapangan sejenis di Indonesia. Pada pelaksanaannya, injeksi chemical dilakukan pada dua pattern (M-15 dan M-47) menggunakan Starborn SeMAR, serta satu pattern (M-07) menggunakan RCT A-127. Seluruh chemical yang digunakan diproduksi di dalam negeri.
Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa Lapangan Meruap saat ini telah memasuki tahap Tertiary Recovery dan tergolong sebagai lapangan mature, dengan tantangan utama berupa penurunan tekanan reservoir serta peningkatan water cut.
“Pelaksanaan field trial ini menjadi secercah harapan untuk implementasi injeksi chemical dan extended stimulation yang lebih masif di lapangan-lapangan mature di Indonesia,” jelas Djoko.
Ia menegaskan bahwa proyek FT Injeksi Chemical ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan produksi dari lapangan eksisting, mengurangi ketergantungan pada kegiatan eksplorasi berisiko tinggi, serta menjaga keberlanjutan produksi minyak nasional di tengah dinamika energi global.
Djoko juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar senantiasa menjunjung tinggi prinsip Health, Safety, and Environment (HSE) dalam setiap tahapan kegiatan. “Keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar,” tegasnya.
Lapangan Meruap merupakan aset Pertamina EP yang dikelola bersama BWP Meruap melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) sejak Juli 2014. Pada tahap produksi primer, lapangan ini pernah mencapai puncak produksi sekitar 5.000 barel minyak per hari (BOPD), sementara pada tahap sekunder mencapai sekitar 2.500 BOPD.
Penerapan field trial injeksi chemical pertama di wilayah KSO ini diharapkan mampu meningkatkan recovery factor hingga sekitar ±16 persen melalui pengelolaan 16 sumur, yang terdiri dari tiga sumur injeksi dan 13 sumur produksi. Selain itu, kegiatan ini ditargetkan dapat menambah cadangan minyak sekitar 50 ribu barel serta menghasilkan produksi incremental hingga 280 BOPD, atau meningkat sekitar 50 persen dibandingkan baseline produksi pada ketiga pattern tersebut.(Eggy)














Komentar