SKK Migas Apresiasi Kinerja Hulu Migas Sumbagsel, Tujuh Penghargaan Diserahkan Kepada KKKS Berprestasi

Palembang72637 Dilihat

PALEMBANG, KM – Kinerja industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) pada Semester I Tahun 2026 mendapat apresiasi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Apresiasi tersebut diberikan dalam rangkaian Rapat Kerja Operasi Wilayah Sumbagsel Tahun 2026 yang digelar pada 5–7 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian operasi hulu migas sekaligus merumuskan langkah optimalisasi kinerja pada Semester II Tahun 2026.

Mengusung tema “Operasi Andal, Aman dengan Pengelolaan Handak yang Optimal Guna Pencapaian Target Produksi dan Lifting Tahun 2026 yang Maksimal”, forum tersebut membahas berbagai aspek penting, mulai dari evaluasi produksi dan lifting Semester I, strategi pencapaian target tahunan, hingga penguatan kompetensi personel KKKS dan mitra kerja.

Pembahasan juga mencakup bidang operasi produksi, lifting, pengeboran, keselamatan kerja, serta pengelolaan bahan peledak atau handak.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto, mengatakan rapat kerja tidak hanya menjadi ruang evaluasi, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh KKKS untuk saling bertukar pengalaman, praktik terbaik (best practices), lesson learned, serta inovasi yang telah diterapkan di masing-masing wilayah kerja.

“Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi secara terbuka, bertukar gagasan, dan menghasilkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan secara nyata,” ujar Bambang.

Capaian Produksi dan Lifting Lampaui 90 Persen

Bambang menyampaikan apresiasi kepada seluruh KKKS atas kerja keras dan kontribusi yang telah diberikan terhadap pencapaian kinerja hulu migas di wilayah Sumbagsel.

Ia menjelaskan, realisasi produksi dan lifting gas serta minyak kondensat wilayah Sumbagsel pada Semester I Tahun 2026 telah mencapai lebih dari 90 persen terhadap target Work Program and Budget (WP&B).

Sementara itu, pencapaian lifting terhadap produksi minyak dan kondensat tercatat lebih dari 99 persen. Capaian tersebut dinilai mencerminkan optimalnya penyaluran hasil produksi migas.

“Capaian tersebut menjadi landasan untuk terus meningkatkan kinerja pada Semester II Tahun 2026,” tegas Bambang.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh KKKS, dukungan para mitra kerja, serta sinergi yang terus dibangun bersama SKK Migas.

Tujuh Penghargaan untuk KKKS Berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan kontribusi tersebut, SKK Migas Perwakilan Sumbagsel menyerahkan penghargaan kepada KKKS dan mitra kerja yang dinilai menunjukkan kinerja terbaik sepanjang Semester I Tahun 2026.

Adapun penghargaan yang diberikan meliputi:

1. Dukungan dan Kerja Sama Penerimaan serta Penyaluran Minyak Barang Bukti

Penghargaan diberikan kepada PEP Field Prabumulih atas dukungan dan kerja sama dalam penerimaan serta penyaluran minyak barang bukti hasil tangkapan aparat penegak hukum melalui fasilitas hulu migas PPP Prabumulih periode 2025–2026.

PEP Field Prabumulih dinilai mampu menyediakan fasilitas yang memadai serta personel yang kooperatif dalam mendukung kebutuhan aparat penegak hukum.

2. Capaian Produksi dan Lifting Minyak Terbaik

Penghargaan ini diraih PetroChina International Jabung Ltd setelah mencatat peningkatan produksi sebesar 106,14 persen terhadap target WP&B, atau mencapai peningkatan sebesar 716,07 BOPD.

Capaian lifting juga mencapai 106,44 persen terhadap target WP&B, dengan peningkatan sebesar 677,34 BOPD.

3. Capaian Produksi dan Lifting Gas Terbaik

Penghargaan berikutnya diraih PT Medco E&P Indonesia – SSB atas kinerja produksi dan lifting gas terbaik wilayah Sumbagsel.

Produksi tercatat mencapai 142,17 persen terhadap target WP&B, dengan peningkatan sebesar 19,23 MMSCFD. Sementara lifting mencapai 137 persen terhadap target WP&B, dengan peningkatan sebesar 17,10 MMSCFD.

4. Capaian Komitmen Pengeboran Terbaik

Penghargaan komitmen pengeboran terbaik wilayah Sumbagsel Semester I Tahun 2026 diberikan kepada PT Pertamina EP Zona 4.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan merealisasikan program kerja yang telah disepakati dengan hasil yang baik serta memberikan kontribusi terhadap penambahan cadangan hidrokarbon di wilayah Sumbagsel.

5. Capaian Komitmen Seismik Terbaik

Penghargaan ini diraih PT Sele Raya Belida atas penyelesaian kegiatan seismik secara tepat waktu, aman dan lancar.

Selain aspek teknis, perusahaan juga dinilai mampu memitigasi berbagai isu sosial yang muncul selama pelaksanaan kegiatan sehingga operasional dapat berjalan dengan baik.

6. Pengelolaan Bahan Peledak Terbaik

Penghargaan pengelolaan bahan peledak terbaik diberikan kepada KSO–PEP SE BWP Meruap.

Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dalam melakukan pengembalian handak konsinyasi secara tepat waktu setelah kontrak berakhir, sekaligus menerapkan pencatatan laporan bulanan bahan peledak secara baik, rapi dan teratur.

7. Zero Illegal Tapping Semester I Tahun 2026

Sementara itu, penghargaan Zero Illegal Tapping kembali diraih PetroChina International Jabung Ltd.

Perusahaan berhasil mencatatkan zero illegal tapping sepanjang Semester I Tahun 2026, sebuah capaian yang menjadi perhatian mengingat pada tahun 2025 tercatat sebanyak 11 kejadian illegal tapping.

“Atas capaian-capaian tersebut, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan,” kata Bambang.

Semester II Jadi Penentu Target Tahunan

Bambang menegaskan, Semester II Tahun 2026 menjadi periode penting dalam menentukan keberhasilan pencapaian target tahunan. Karena itu, seluruh KKKS diminta tidak berpuas diri dengan capaian Semester I, tetapi terus melakukan peningkatan kinerja.

Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan keandalan operasi, optimalisasi kegiatan pemeliharaan, percepatan proyek, pengeboran dan workover, serta penerapan aspek keselamatan dan tata kelola yang baik dalam setiap kegiatan.

Menurutnya, pencapaian target produksi tidak boleh mengesampingkan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang harus tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh aktivitas operasi hulu migas.

“Keberhasilan yang sesungguhnya pada industri migas adalah ketika target dapat dicapai tanpa mengabaikan keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui Rapat Kerja Operasi Wilayah Sumbagsel Tahun 2026 tersebut, SKK Migas berharap berbagai rekomendasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

Selain meningkatkan keandalan dan efisiensi operasi, forum tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya keselamatan, mendorong inovasi, serta memberikan nilai tambah bagi keberlanjutan kegiatan hulu migas di seluruh wilayah kerja Sumatera Bagian Selatan.

Dengan capaian positif pada Semester I, SKK Migas bersama seluruh KKKS kini dituntut menjaga momentum tersebut agar target produksi dan lifting migas Tahun 2026 dapat dicapai secara optimal, aman, dan berkelanjutan.(Eggy)

Komentar