Respons Cepat Pemkab Muba dan Swasta Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Bayung Lencir

Muba72637 Dilihat

Musi Banyuasin, KM – Di tengah lumpuhnya akses dan terhentinya aktivitas warga akibat banjir setinggi hingga satu meter, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama sektor swasta bergerak cepat menyalurkan bantuan langsung ke rumah-rumah warga terdampak di Dusun 3, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir.Sabtu (18/04/26).

Banjir yang dipicu luapan Sungai Air Berau dan Sungai Selaro akibat curah hujan tinggi hingga ke wilayah hulu ini merendam jalan desa hingga setinggi paha orang dewasa. Kondisi tersebut menyebabkan mobilitas warga terhenti total, distribusi logistik tersendat, serta mengancam lahan pertanian dengan risiko gagal panen.

Camat Bayung Lencir, Zukar, menegaskan bahwa bantuan harus segera disalurkan tanpa menunggu kondisi membaik.
“Kami tidak ingin warga menunggu. Begitu akses terputus, bantuan harus sampai hari itu juga. Ini juga merupakan instruksi langsung dari Bapak Bupati HM Toha Tohet,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Ia menjelaskan, percepatan penanganan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, hingga pihak perusahaan seperti PT Marga Bara Jaya (MBJ) bersama kontraktor CRBC Norinco Intl KS. Sinergi ini dinilai menjadi kunci dalam menjangkau warga yang terisolasi akibat banjir.

Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet, SH, menegaskan bahwa keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana. Ia juga mengapresiasi gerak cepat seluruh pihak yang terlibat.

“Dalam kondisi seperti ini, negara harus hadir. Kami memastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi bencana sendiri. Penanganan harus cepat, tepat, dan menyentuh langsung kebutuhan warga,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Muba akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan hingga kondisi benar-benar pulih, termasuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap perekonomian masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Kepala Desa Simpang Bayat, Patur Rohman, mengungkapkan bahwa kondisi warga saat banjir sangat memprihatinkan karena tidak dapat keluar masuk wilayah sama sekali.
“Warga benar-benar terisolasi. Bantuan yang langsung diantar ke rumah sangat membantu kami dalam kondisi seperti ini,” katanya.

Di sisi lain, banjir juga berdampak pada aktivitas industri. Jalan proyek hauling batubara milik PT MBJ ikut terendam, sehingga seluruh operasional terpaksa dihentikan sementara. Meski demikian, pihak perusahaan menegaskan bahwa kepentingan kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama.

“Pekerjaan bisa ditunda, tapi kebutuhan warga tidak bisa menunggu,” ujar perwakilan perusahaan.

Hingga saat ini, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut, meskipun akses jalan masih belum dapat dilalui kendaraan. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini, namun pendampingan lanjutan tetap diperlukan guna memastikan pemulihan aktivitas masyarakat berjalan optimal.(Eggy)

Komentar