Rencana Membangun Generasi Unggul Melalui Vokasi, Menjadikan Muba “Tuan Rumah” di Tanah Sendiri

Muba52515 Dilihat

Muba,KM-Di tengah kepulan asap kopi dan diskusi hangat bersama para pelaku industri, sebuah gagasan besar kembali ditegaskan: masa depan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tidak boleh semata bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, melainkan harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusianya.

Sebagai daerah dengan potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, minyak dan gas bumi (migas), hingga batu bara, Muba memikul tanggung jawab moral untuk memastikan putra-putri daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah geliat industri. Dalam diskusi strategis lintas sektor, saya bersama sejumlah pelaku industri seperti Eri Saragih (GM Indah Group), Ahmad Rojes atau Bang Ali (Pendiri AKMIGAS Palembang), serta Dhenri Harahap (pelaku batu bara dan Dewan Pengupahan Muba), turut didukung jajaran pemerintah daerah seperti Oktarizal (Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup) dan Bustanul Arifin (Kepala Dinas Perkebunan), menyatukan visi untuk memperkuat sinergi pembangunan SDM.

Langkah ini merupakan implementasi dari arahan Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen dalam mewujudkan visi “Muba Maju Lebih Cepat dan Sejahtera”. Melalui inisiatif ini, kami mendorong lahirnya program pendidikan vokasi yang mandiri, berkelanjutan, tepat sasaran, serta tidak membebani APBD.

Vokasi: Jawaban Kebutuhan Industri
Pendidikan vokasi menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di era industri modern. Berbeda dengan pendidikan akademik yang menitikberatkan teori, vokasi berfokus pada keterampilan praktis yang siap diterapkan di dunia kerja.

Bagi Muba, vokasi bukan sekadar alternatif, melainkan kebutuhan mendesak. Industri saat ini membutuhkan tenaga kerja siap pakai (ready to work) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan. Melalui konsep link and match, pendidikan vokasi mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri, sekaligus menjadi solusi konkret dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan secara struktural.

Kolaborasi Tiga Klaster: Sinergi Tanpa Beban APBD
Gagasan besar yang kami rumuskan bertumpu pada kolaborasi tiga klaster utama, yakni sektor perkebunan/pertanian, migas, dan batu bara. Setiap perusahaan di dalam klaster tersebut didorong untuk menjadi mitra strategis dalam pembiayaan pelatihan serta pemberian beasiswa bagi generasi muda Muba.

Program ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan Perda Nomor 2 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 255 Tahun 2021. Syarat utama penerima manfaat pun tegas: masyarakat harus ber-KTP Musi Banyuasin. Hal ini bertujuan agar manfaat kehadiran industri benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.

Mewujudkan Generasi Unggul Muba
Program “Ngopi Bareng” yang digagas bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret pembangunan SDM. Bersama kepala OPD terkait, kami menyusun strategi untuk menggandeng lembaga pelatihan terbaik di Indonesia, sehingga standar kompetensi generasi muda Muba mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.

Tujuan akhirnya adalah melahirkan “Generasi Unggul Muba” yang memiliki sertifikasi keahlian, kompetensi tinggi, serta etos kerja profesional. Dengan dukungan penuh dari kepala daerah, diharapkan gagasan ini mampu mengakselerasi pembangunan daerah secara signifikan.
Kami ingin melihat anak-anak Muba berdiri tegak sebagai tuan rumah di tanah sendiri—mengisi posisi strategis di sektor migas, menjadi pelaku utama agribisnis di perkebunan, hingga tenaga teknis andal di industri pertambangan. Melalui pendidikan vokasi yang terarah dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, kita sedang menanam fondasi bagi masa depan Muba yang lebih cerdas, mandiri, dan sejahtera.

Semoga gagasan besar ini tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat diwujudkan demi Muba yang maju lebih cepat.(Eggy)

Komentar