PHR Zona 4 Catat Kinerja Gemilang Semester I 2026, Produksi Minyak Tembus 27.500 BOPD

Prabumulih62533 Dilihat

PRABUMULIH – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 menorehkan capaian positif sepanjang Semester I Tahun 2026 dengan membukukan produksi minyak sebesar 27.500 barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas mencapai 506 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Kinerja tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah tantangan lapangan yang semakin matang (mature field).

Hingga periode 1 Januari–30 Juni 2026, PHR Zona 4 juga berhasil merealisasikan 27 rencana kerja (RK) pengeboran sumur pengembangan (development well). Dari kegiatan tersebut diperoleh tambahan produksi minyak sebesar 1.549 BOPD, atau mencapai 125 persen dari target year to date (YTD) produksi minyak yang ditetapkan dalam Work Program & Budget (WP&B) 2026.

General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan berbagai strategi terus dijalankan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produksi migas di tengah kondisi lapangan yang secara alami mengalami penurunan produksi (natural decline).

Salah satu strategi utama adalah pelaksanaan step out drilling, yakni metode pengeboran di luar batas area yang telah terbukti produktif guna mengidentifikasi potensi keberlanjutan reservoir dan peluang penemuan cadangan baru.

“Ide besar pengeboran yang dilakukan PHR Zona 4 adalah setiap pengeboran tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga membuka peluang penemuan cadangan baru guna mendukung keberlanjutan operasi perusahaan dan ketahanan energi nasional di masa mendatang,” ujar Djudjuwanto.

Pada 2026, PHR Zona 4 merencanakan pengeboran step out di empat lapangan Pertamina EP, yakni Adera Field, Prabumulih Field, Ramba Field, dan Limau Field. Program tersebut meliputi pengeboran sumur ABB-A5, BNG-A12, GNK-PD17, LKT-23, MJ-OS2 NRB-B, serta LVT-B yang diproyeksikan mampu menambah produksi sebesar 209 BOPD minyak dan 0,04 MMSCFD gas.

Selain itu, perusahaan juga mengimplementasikan teknologi dual completion pada sumur BNG-D14, BNG-D19, BNG-B7 di Adera Field serta GNK-PD80 di Prabumulih Field. Metode ini memungkinkan produksi dari dua reservoir melalui satu sumur sehingga mampu mengoptimalkan perolehan hidrokarbon sekaligus meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan.

Melalui strategi tersebut, PHR Zona 4 menargetkan tambahan produksi sebesar 325 BOPD minyak dan 2,43 MMSCFD gas.
Secara keseluruhan, pada tahun 2026 PHR Zona 4 menargetkan 100 rencana kerja pengeboran pengembangan dengan sasaran tambahan produksi minyak mencapai 4.479 BOPD.

Selain fokus pada pengeboran, PHR Zona 4 juga mengoptimalkan produksi melalui perawatan sumur eksisting. Setiap Senior Field Manager maupun Field Manager diberikan target menjaga tingkat natural decline di kisaran 15–20 persen melalui peningkatan kinerja artificial lift, fasilitas permukaan (surface facility), serta infrastruktur pendukung lainnya.

“Kami menargetkan pimpinan field menjaga natural decline 15–20 persen dengan menjaga performance artificial lift, surface facility, dan fasilitas lainnya. Dengan demikian, saat ada keberhasilan pengembangan sumur baru, produksi akan bertambah, bukan hanya menutupi penurunan yang terjadi secara alamiah,” jelas Djudjuwanto.

Keselamatan Kerja Jadi Prioritas
Di samping mengejar target produksi, PHR Zona 4 menegaskan komitmennya terhadap aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sebagai fondasi utama keberlanjutan operasi.

Perusahaan menerapkan prinsip Stop Work Authority (SWA) yang memberikan hak kepada setiap pekerja untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Budaya keselamatan juga diperkuat melalui pelibatan aktif pekerja lini terdepan dalam memimpin safety briefing secara bergantian, serta penerjemahan rambu-rambu keselamatan ke dalam bahasa sehari-hari masyarakat Sumatera Selatan agar lebih mudah dipahami oleh para pekerja di lapangan.

Menurut Djudjuwanto, peningkatan disiplin terhadap aspek keselamatan justru berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas perusahaan.

“HSSE itu investasi, bukan hambatan dalam operasi. Kami menemukan peningkatan kedisiplinan HSSE di Zona 4 justru beriringan dengan peningkatan produksi,” tegasnya.

Dengan berbagai inovasi pengeboran, optimalisasi lapangan eksisting, serta penguatan budaya keselamatan kerja, PHR Zona 4 optimistis mampu menjaga tren peningkatan produksi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.(Eggy)

Komentar