PHR Perkuat Kemandirian Energi Nasional, Catat Kinerja Gemilang Sepanjang 2025

Jakarta52442 Dilihat

Jakarta,KM– PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menegaskan komitmennya dalam mendukung kemandirian energi nasional melalui penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6). Mengusung tema “One Purpose, One Energy: Strengthening Energy Independence”, rapat tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memaparkan capaian kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menegaskan arah strategi bisnis berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi negara, masyarakat, dan lingkungan.

Sepanjang tahun 2025, PHR berhasil mencatatkan berbagai pencapaian strategis yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tulang punggung industri hulu migas nasional. Perusahaan membukukan rata-rata produksi minyak sebesar 151,55 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas mencapai 33,48 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Secara keseluruhan, total produksi setara migas PHR mencapai 157,33 ribu barel minyak ekuivalen per hari (MBOEPD).

Keberhasilan tersebut ditopang oleh pelaksanaan program pengembangan lapangan yang agresif dan berkelanjutan. Selama tahun 2025, PHR merealisasikan pengeboran satu sumur eksplorasi, 505 sumur eksploitasi, serta 319 sumur Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus mengoptimalkan potensi cadangan migas nasional.

Atas berbagai upaya yang dilakukan sepanjang tahun, PHR berhasil membukukan capaian KPI Audited sebesar 106,69 persen. Raihan tersebut mencerminkan efektivitas strategi operasional perusahaan serta keberhasilan dalam mempertahankan performa bisnis di tengah dinamika industri energi yang semakin kompetitif.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, mengatakan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting yang menunjukkan ketangguhan perusahaan dalam menjaga stabilitas kinerja sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Berbagai pencapaian yang diraih PHR sepanjang tahun 2025 merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus bukti nyata kemampuan perusahaan menjalankan peran strategis sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional,” ujar Arifin.

Dalam mendukung ketahanan energi nasional, PHR terus memperkuat operasional melalui penerapan teknologi modern, transformasi digital, serta penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang dijalankan secara terintegrasi. Strategi tersebut bertujuan memastikan pasokan energi domestik tetap andal, aman, stabil, dan berkelanjutan bagi kebutuhan masyarakat serta industri nasional.

Implementasi strategi tersebut tercermin dalam berbagai capaian operasional dan inovasi perusahaan sepanjang 2025. Mulai dari peningkatan produksi migas, penambahan sumur baru, penemuan sumber daya hidrokarbon, hingga pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk mengoptimalkan produktivitas lapangan migas yang telah memasuki fase matang (mature field).

Beragam inovasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga tingkat produksi sekaligus meningkatkan efisiensi operasi perusahaan.

Kinerja operasional yang solid turut memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang tahun 2025, PHR membukukan pendapatan usaha sebesar USD 3,24 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 3,05 miliar.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan mencapai USD 898,72 juta. Capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham sekaligus memperkuat kontribusi sektor hulu miga

s terhadap perekonomian nasional.
Di sisi neraca keuangan, total aset perusahaan tercatat sebesar USD 5,94 miliar dengan total ekuitas mencapai USD 3,44 miliar. Kondisi tersebut mencerminkan fundamental bisnis yang kuat dan kemampuan perusahaan menjaga kesehatan keuangan di tengah tantangan industri energi global.

Komitmen PHR terhadap keselamatan kerja juga menunjukkan hasil yang membanggakan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil mencatatkan 69.267.011 jam kerja selamat, sebuah pencapaian yang merefleksikan kuatnya budaya keselamatan di seluruh wilayah operasi perusahaan.

Sejalan dengan upaya menjaga keselamatan kerja, PHR juga terus memperkuat praktik pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Komitmen tersebut dibuktikan melalui perolehan tiga penghargaan PROPER Hijau untuk wilayah operasi Bekasap Rokan, Duri Steam Flood, dan Minas Siak yang diberikan atas kinerja pengelolaan lingkungan yang melampaui standar kepatuhan.

Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan turut diwujudkan melalui pelaksanaan program Community Involvement and Development (CID). Dengan realisasi anggaran sebesar USD 1,69 juta untuk 23 program pemberdayaan masyarakat, PHR menghadirkan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata, mulai dari pelestarian gajah Sumatra, pencegahan stunting, pengembangan pendidikan vokasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Pada aspek tata kelola perusahaan, PHR juga menunjukkan tren perbaikan yang konsisten. Berdasarkan Asesmen Good Corporate Governance (GCG) Tahun Buku 2025 yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perusahaan memperoleh skor 80,791 dengan predikat baik. Nilai tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hasil asesmen sebelumnya dan menjadi indikator semakin kuatnya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

“Pertumbuhan pendapatan dan laba, keberhasilan program pengeboran, capaian keselamatan kerja, penguatan tata kelola, hingga berbagai program keberlanjutan menjadi fondasi penting bagi PHR untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi optimal bagi bangsa dan negara,” tambah Arifin.

Sejalan dengan visinya menjadi perusahaan hulu migas nasional kelas dunia, PHR terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh proses bisnis melalui tiga pilar utama, yakni tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta pelaksanaan program sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, berbagai penghargaan bergengsi turut diraih perusahaan. Di antaranya penghargaan dari Kementerian Keuangan sebagai KKKS Terbaik dengan Tingkat Optimalisasi Aset Terbesar Tahun 2024 dan KKKS Terbaik Kedua dengan Tingkat Pengelolaan Aset Teraktif Tahun 2024. PHR juga meraih predikat Trusted Company dalam ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) serta penghargaan Silver pada Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA) melalui program Desa Energi Berdikari.

Selain itu, perusahaan berhasil mempertahankan sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018, sekaligus memperoleh resertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Capaian tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga standar mutu, lingkungan, keselamatan kerja, dan integritas bisnis.

Kinerja perusahaan yang positif juga didukung oleh tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan. Hal ini tercermin dari hasil audit independen yang menyatakan laporan keuangan PHR disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Atas capaian tersebut, laporan keuangan perusahaan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja yang merupakan firma anggota Ernst & Young.

Melalui berbagai pencapaian di bidang operasional, keuangan, keselamatan kerja, keberlanjutan, dan tata kelola perusahaan sepanjang tahun 2025, PHR semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen migas utama Indonesia. Dengan dukungan inovasi, teknologi, serta kolaborasi yang berkesinambungan, perusahaan optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi nasional.(Egy)

Komentar