PHE Tegaskan Komitmen Wujudkan Lingkungan Kerja Aman dan Inklusif melalui Kampanye Respectful Workplace

Muba34507 Dilihat

Prabumulih,KM-PT Pertamina Hulu Energi (PHE) atau Subholding Upstream (SHU) Pertamina menegaskan komitmen menghadirkan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan setara. Lingkungan kerja tersebut lebih dikenal dengan istilah respectful workplace (RWP). Komitmen ini diwujudkan melalui Kampanye Respectful Workplace yang diinisiasi Pertiwi Subholding Upstream.

Salah satu rangkaian kampanye tersebut adalah diskusi bertajuk “Behind the Silence: Mendengar untuk Paham, Bergerak untuk Pulih” yang diselenggarakan secara hybrid di Pertamina EP Prabumulih, Selasa (9/6/2026). Diskusi menghadirkan tiga pembicara, yakni Psikiater dr Andreas Kurniawan, Sp.KJ, Sr Manager Pendopo Field Hermansyah dan Sr Manager Ramba Field Hanif Setiawan, serta dimoderatori oleh Head of Legal Counsel Zona 4 Ari Rachmadi.

Direktur Manajemen Risiko yang juga menjabat Ketua Pertiwi Subholding Upstream Mery Luciawaty menekankan peran penting semua pekerja untuk menghadirkan lingkungan kerja yang aman.

“Respectful Workplace ini bukan hanya tentang kepatuhan terhadap kebijakan yang dibuat oleh perusahaan dan dikawal dalam beberapa waktu, tapi juga bagaimana kita membangun budaya saling menghargai, saling peduli, dan menciptakan ruang nyaman bagi setiap individu untuk berkembang,” ucap Mery.

General Manager PT Pertamina EP Zona 4 Djudjuwanto menyambut baik inisiatif tersebut. Ia sepakat lingkungan kerja aman perlu dihadirkan sabagai bagian dari budaya keselamatan.

“Di industri hulu migas, satu suara yang tidak didengar ini bisa berarti satu risiko yang terlewat. Dan tentunya satu orang yang takut berbicara ini bisa berarti satu peluang perbaikan yang hilang,” ucap Djudjuwanto.

Dalam diskusi tersebut, SHU Pertamina menghadirkan dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ sebagai narasumber. Penulis buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring itu menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya berkembang melalui cerita dan interaksi dengan sesamanya.

Meski demikian, tidak sedikit individu yang memilih memendam persoalan. Mereka takut dianggap berlebihan atau dinilai negatif oleh lingkungan sekitarnya apabila bersuara. Menurut Andreas, kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental maupun kualitas hubungan antarsesama.

Karena itu, ia mendorong insan-insan Pertamina untuk berani bercerita dan peduli terhadap sesama. “Berceritalah. Jangan pernah merasa takut, jangan pernah merasa, ‘Aduh aku lebay kalau cerita.’ Ada anggapan secara medis ya, lebih baik lebay daripada abai,” ujar Andreas.

Sementara itu, Senior Manager PEP Pendopo Field Hermansyah dan Senior Manager PEP Ramba Field Hanif Setiawan berbagi mengenai tantangan dan komitmen menghadirkan respectful workplace di wilayah kerja masing-masing. Diskusi berlangsung dengan antusias peserta yang datang dari manajemen, pekerja dan mitra kerja PEP Zona 4.(Eggy)

Komentar