Ngaku Ketua PWI Sumsel, Rusdedy Disemprot: Kartu Anggota Mati, Klaim Jabatan Dinilai Cederai Marwah Organisasi

Muba, Palembang93762 Dilihat

PALEMBANG ,KM– Klaim sepihak yang dilakukan seorang oknum bernama Rusdedy dengan mengaku sebagai wartawan sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan menuai kecaman keras dari pengurus resmi organisasi tersebut.

Ketua PWI Sumsel, Kurnaidi, menegaskan bahwa pengakuan Rusdedy tidak berdasar dan dinilai sebagai tindakan yang mencoreng nama baik organisasi wartawan tertua di Indonesia itu.

Melalui sambungan telepon, Senin (9/3/2026), Kurnaidi menilai ulah tersebut bukan hanya menyesatkan publik, tetapi juga berpotensi menimbulkan kegaduhan di kalangan insan pers.

“Kami mengutuk keras tindakan oknum yang mengaku sebagai Ketua PWI Sumsel. Itu tidak benar dan sangat mencederai marwah organisasi,” tegas Kurnaidi.
Ia juga meluruskan status keanggotaan Rusdedy di tubuh PWI. Menurutnya, berdasarkan aturan organisasi yang tertuang dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT), kartu anggota PWI memiliki masa berlaku yang jelas.

Kurnaidi menyebut kartu anggota Rusdedy telah habis masa berlakunya dan tidak pernah diperpanjang.

“Sesuai aturan PD/PRT, jika dalam enam bulan kartu anggota tidak diperpanjang, maka secara otomatis yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri dari keanggotaan PWI. Jadi statusnya sudah jelas,” ujar Kurnaidi.

Artinya, klaim sebagai anggota PWI saja sudah tidak sah, apalagi mengaku sebagai Ketua PWI Sumsel.

Kecaman serupa juga disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumsel, Ocktap Riady. Ia menyayangkan adanya pihak yang berani mencatut jabatan Ketua PWI tanpa legitimasi organisasi.

Menurut Ocktap, PWI memiliki mekanisme dan aturan yang ketat dalam menentukan kepengurusan. Karena itu, tidak ada ruang bagi pihak mana pun untuk secara sepihak mengatasnamakan organisasi.

“Jelas tidak boleh seseorang mengaku sebagai wartawan sekaligus mengaku Ketua PWI Sumsel. Mengaku anggota PWI saja tidak boleh jika tidak memiliki legitimasi yang sah,” tegas Ocktap saat ditemui di Kantor PWI Sumsel.

Dewan Kehormatan, lanjutnya, akan mencermati persoalan ini secara serius untuk menjaga marwah dan kredibilitas organisasi.

“Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang mencatut nama organisasi,” pungkasnya. (tim)

Komentar