Meracik Herbal, Menenun Kesejahteraan: Kiprah Perempuan Desa yang Mengubah Tanaman Obat Menjadi Sumber Penghidupan

Muba92877 Dilihat

MUSI BANYUASIN,KM – Di tengah ketenangan Desa Gajah Mati, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, aktivitas sederhana di sebuah rumah warga telah menjelma menjadi gerakan pemberdayaan yang membawa dampak luas. Dari rumah itulah, aroma rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan berbagai tanaman obat menguar setiap hari, menandai kesibukan seorang perempuan bernama Yeni Lusmita yang tekun mengolah hasil kebun menjadi produk herbal bernilai ekonomi.

Di tangan Yeni Lusmita, pelopor KWT Kenanga yang dikenal luas sebagai Srikandi Herbal Desa Gajah Mati, tanaman obat keluarga berhasil diolah menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi. Hasil karya masyarakat tersebut menjadi cerminan suksesnya program pemberdayaan PT Medco E&P Indonesia dalam mendorong kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi warga desa.

Bagi masyarakat setempat, Yeni bukan sekadar peracik jamu tradisional. Ia telah menjadi simbol ketangguhan perempuan desa yang berhasil mengubah tanaman pekarangan menjadi sumber penghasilan sekaligus sarana menjaga kesehatan masyarakat.

Pelatihan budidaya tanaman herbal serta pengolahan bahan-bahan alami menjadi produk kesehatan menjadi salah satu aktivitas unggulan yang dijalankan Kelompok Kenanga. Melalui program pemberdayaan yang didukung Medco E&P, para anggota, khususnya kaum perempuan, dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis untuk memanfaatkan potensi hayati di lingkungan sekitar menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Dari Ketertarikan Sederhana Menjadi Peluang Usaha

Kelompok Wanita Tani Kenanga berhasil menghadirkan produk unggulan berupa Sirup Lejase dan minuman herbal Empon Instan yang dikembangkan sebagai alternatif minuman kesehatan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, terutama pada masa pandemi Covid-19. Berkat dukungan fasilitas produksi, pendampingan mutu, serta pelatihan desain kemasan dari Medco E&P, produk-produk herbal tersebut kini hadir dengan tampilan yang lebih modern, terjamin kebersihannya, dan memiliki daya saing yang semakin kuat untuk menembus pasar yang lebih luas.

Kisah perjalanan Yeni bermula dari kegemarannya menanam berbagai jenis tanaman obat keluarga. Awalnya, aktivitas tersebut hanya dilakukan untuk memenuhi rasa ingin tahu terhadap manfaat tanaman herbal yang tumbuh di sekitar rumah.

Namun seiring berjalannya waktu, ia melihat potensi besar yang terkandung di balik tanaman-tanaman tersebut. Tidak hanya bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan warga, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarganya.

“Dulu saya hanya senang menanam. Lama-kelamaan saya memahami bahwa tanaman obat memiliki manfaat yang luar biasa. Selain membantu orang yang membutuhkan, hasilnya juga bisa menambah penghasilan keluarga,” ujar Yeni mengenang awal usahanya.

Program TOGA Medco E&P Menjadi Titik Awal Perubahan

Perubahan besar mulai terjadi ketika PT Medco E&P Indonesia, operator wilayah kerja migas Rimau, menghadirkan Program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasional perusahaan.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar mampu memanfaatkan sumber daya lokal menjadi produk yang bernilai kesehatan sekaligus bernilai ekonomi.

Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan yang diberikan secara berkelanjutan, Yeni bersama puluhan ibu rumah tangga lainnya memperoleh pengetahuan tentang budidaya tanaman herbal, pembuatan pupuk organik, teknik pengolahan hasil panen, hingga strategi pemasaran produk.

Tidak hanya belajar memproduksi ramuan herbal yang aman dan higienis, mereka juga dibekali kemampuan pengemasan produk agar memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Hasil pendampingan tersebut melahirkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga yang kini berkembang menjadi salah satu kelompok usaha produktif di desa. Berbagai tanaman yang sebelumnya hanya tumbuh di pekarangan kini diolah menjadi sedikitnya 15 jenis produk unggulan, mulai dari jahe merah instan, kunyit asam, jamu tradisional, hingga aneka pangan sehat berbahan herbal.

Rumah Produksi dan Teknologi Modern Perkuat Daya Saing
Keseriusan Medco E&P dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat semakin terlihat ketika pada 2022 perusahaan membangun rumah produksi khusus bagi KWT Kenanga.

Fasilitas tersebut menjadi pusat aktivitas kelompok dalam mengolah bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus menjaga kualitas produk agar memenuhi standar yang lebih baik.

Selain menyediakan bangunan produksi, perusahaan juga menyerahkan berbagai peralatan penunjang, seperti mesin pengemas, alat penggiling, oven pengering, mesin kapsul herbal, dan perlengkapan sanitasi.

Menurut Yeni, kehadiran fasilitas tersebut membawa perubahan signifikan terhadap kualitas hasil produksi.

“Kini kami memiliki tempat produksi yang layak dan peralatan yang memadai. Produk menjadi lebih higienis, kemasannya lebih menarik, dan daya simpannya lebih lama. Konsumen juga semakin percaya terhadap produk kami,” tuturnya.

Peningkatan mutu produk tersebut berdampak langsung pada kenaikan nilai jual serta pendapatan anggota kelompok, yang pada akhirnya turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.

Herbal Tak Sekadar Menyehatkan, Tetapi Mengangkat Kesejahteraan
Manfaat keberadaan usaha herbal ini tidak berhenti pada aspek ekonomi. Produk yang dihasilkan juga telah menjadi alternatif pengobatan bagi masyarakat sekitar yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

Rumah Yeni kerap didatangi warga yang ingin berkonsultasi mengenai berbagai keluhan kesehatan, mulai dari penyakit ringan hingga kondisi yang memerlukan penanganan lebih serius.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika membantu seorang penderita diabetes yang mengalami luka cukup parah pada bagian kaki.

“Ada warga yang mengalami luka akibat komplikasi diabetes. Setelah rutin mengonsumsi ramuan herbal dan menjalani perawatan, kondisinya berangsur membaik hingga akhirnya sembuh tanpa harus menjalani amputasi,” ungkapnya.

Kisah-kisah seperti itulah yang membuat keberadaan usaha herbal di Desa Gajah Mati tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kesehatan masyarakat.

CSR yang Menciptakan Transformasi Sosial
Supervisor Community Relation & Enhancement Medco E&P, Herry Suryadi Pumama, mengatakan keberhasilan KWT Kenanga menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan mampu menciptakan perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, melalui Program TOGA, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman herbal, tetapi juga mendapatkan peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Tujuan utama program ini adalah membangun kemandirian masyarakat. Kami ingin warga mampu menjaga kesehatan keluarganya sekaligus memiliki sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan turut mengantarkan Medco E&P meraih penghargaan PROPER Emas, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara operasional industri, pelestarian lingkungan, dan pembangunan sosial masyarakat.

Pemerintah Desa Berikan Apresiasi
Pemerintah Desa Gajah Mati turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan kelompok usaha herbal tersebut.

Sekretaris Desa Gajah Mati, Herianto, SH, menilai keberhasilan KWT Kenanga merupakan contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami bangga karena kelompok ini berhasil menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain membantu meningkatkan pendapatan warga, keberadaan produk herbal juga sangat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat desa,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah desa akan terus memberikan dukungan agar usaha yang telah berkembang tersebut dapat menjadi aset ekonomi desa yang berkelanjutan.

Menebar Manfaat Hingga Lintas KabupatenKesuksesan yang diraih KWT Kenanga kini telah dikenal lebih luas. Produk-produk herbal hasil olahan kelompok tersebut tidak hanya dipasarkan di lingkungan desa, tetapi juga mulai dikenal sebagai produk khas daerah.

Program TOGA yang digagas Medco E&P pun terus berkembang di berbagai wilayah operasional perusahaan di Sumatera Selatan, meliputi Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim, Lahat, hingga Musi Rawas.

Saat ini, lebih dari 800 peserta dari berbagai desa telah terlibat dalam program tersebut dan merasakan manfaat yang sama, baik dari sisi kesehatan maupun peningkatan ekonomi keluarga.

Bagi Yeni, tanaman yang selama ini dirawat bersama kelompoknya memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar komoditas usaha.

“Kami tidak hanya menanam tanaman obat. Kami sedang menanam harapan, menyiapkan masa depan yang lebih sehat dan lebih baik bagi generasi berikutnya,” ujarnya penuh keyakinan.

Sinergi yang Melahirkan Kemandirian
Manager Field Relation & Community Enhancement Sumatera Selatan Medco E&P, Hirmawan Eko Prabowo, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat hanya dapat berhasil melalui kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Menurutnya, perusahaan hadir untuk memperkuat potensi yang telah dimiliki warga agar mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri.

“Program TOGA menunjukkan bahwa ketika perusahaan, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, perubahan besar dapat diwujudkan. Kemandirian masyarakat adalah tujuan utama yang ingin kami capai,” katanya.

Dari sebuah pekarangan sederhana di Desa Gajah Mati, lahir kisah inspiratif tentang bagaimana pemanfaatan sumber daya lokal mampu menghadirkan manfaat berlapis.Tidak hanya meningkatkan kesehatan warga, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa dan memperkuat kemandirian masyarakat di pedesaan Sumatera Selatan.(Eggy)

Komentar