Medco E&P Grissik Ltd Tanam 22 Ribu Mangrove di Banyuasin, Perkuat Pelestarian Ekosistem Pesisir

Banyuasin62533 Dilihat

BANYUASIN, KM – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir terus diwujudkan SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Grissik Ltd. Melalui Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang lingkungan, perusahaan tersebut telah merealisasikan penanaman sebanyak 22.000 pohon mangrove di atas lahan seluas 2,2 hektare di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sejak 2024.

Program penghijauan kawasan hulu migas ini dilaksanakan melalui Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD) yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan Hutan Desa Sungsang IV, termasuk kawasan Hutan Lindung Air Telang.

Sebagai bagian dari upaya memastikan keberlanjutan program, Medco E&P Grissik Ltd. bersama para pemangku kepentingan melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memantau perkembangan tanaman, mengevaluasi tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pemeliharaan dan langkah tindak lanjut.

Evaluasi dilakukan tidak hanya berdasarkan jumlah bibit yang telah ditanam, tetapi juga memperhatikan tingkat kelangsungan hidup tanaman. Dengan demikian, rehabilitasi kawasan pesisir diharapkan mampu memberikan dampak ekologis secara berkelanjutan.

Masyarakat Jadi Garda Terdepan Pelestarian Mangrove Pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan program rehabilitasi lingkungan tersebut. Warga tidak hanya dilibatkan dalam proses penanaman, tetapi juga diharapkan berperan aktif menjaga serta merawat mangrove agar dapat tumbuh optimal.

Partisipasi tersebut sekaligus membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam melindungi kawasan pesisir dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan. Keberadaan hutan mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi garis pantai, serta menjadi habitat berbagai jenis keanekaragaman hayati.

Kepala Desa Sungsang IV, Romi Adi Candra, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan Medco E&P Grissik Ltd. di wilayah desanya.

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sehingga upaya penanaman dan pemeliharaan perlu dilakukan secara berkesinambungan.

“Kami dari Pemerintah Desa Sungsang IV mendukung penuh kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan oleh Medco E&P Grissik Ltd. di kawasan Hutan Lindung Air Telang. Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki peran besar dalam melindungi kawasan pesisir,” ungkap Romi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bertanggung jawab merawat ribuan pohon mangrove yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap program ini terus berlanjut. Mari bersama-sama menjaga dan merawat mangrove agar tumbuh dengan baik. Semoga sinergi antara Medco E&P Grissik Ltd., LPHD, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Sungsang IV,” tambahnya.

Dukung Target Pembangunan Berkelanjutan Program rehabilitasi mangrove tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Kontribusinya mencakup SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui perlindungan ekosistem pesisir, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan melalui pemulihan kawasan mangrove, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui pelestarian keanekaragaman hayati.

Selain itu, keterlibatan perusahaan, lembaga pengelola hutan desa, pemerintah desa, dan masyarakat juga sejalan dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Grissik Ltd., Arief Winanto Prakosa, menjelaskan bahwa penanaman 22.000 pohon mangrove tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan.

“Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan program keberlanjutan melalui rehabilitasi ekosistem pesisir, peningkatan fungsi perlindungan pantai, penguatan keanekaragaman hayati, serta kontribusi terhadap penyerapan karbon dan ketahanan lingkungan jangka panjang. Program ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelas Arief.

Ia menambahkan, melalui Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat di bidang lingkungan yang dilaksanakan di luar kewajiban Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), Medco E&P Grissik Ltd. telah menanam sebanyak 22.000 pohon mangrove sejak 2024.

Dengan adanya kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah desa, lembaga pengelola hutan, dan masyarakat, rehabilitasi mangrove di kawasan Sungsang IV diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan penghijauan, tetapi juga menjadi investasi lingkungan bagi generasi mendatang.(Eggy)

Komentar