Kodim 0401/Muba Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan dan Perdamaian Dunia

Muba52452 Dilihat

MUSI BANYUASIN,KM– Komando Distrik Militer (Kodim) 0401/Muba menggelar Upacara Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Makodim 0401/Muba, Senin (1/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, upacara dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0401/Muba, Letkol Inf Dimas Kurniawan. Seluruh prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim 0401/Muba turut hadir sebagai peserta upacara, menunjukkan semangat kebersamaan dalam memperkokoh ideologi bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Letkol Inf Dimas Kurniawan membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat kembali keyakinan terhadap nilai-nilai yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka Indonesia untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, momen ini merupakan ajakan bagi seluruh anak bangsa untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa dan tindakan setiap insan Indonesia,” demikian kutipan amanat Kepala BPIP yang dibacakan Dandim.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” merupakan penegasan kuat mengenai relevansi Pancasila dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya menjadi perekat persatuan bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga menawarkan prinsip-prinsip universal yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Menurut Yudian Wahyudi, di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi yang begitu cepat, serta dinamika geopolitik internasional yang terus berubah, bangsa Indonesia membutuhkan pegangan moral yang kokoh. Dalam konteks tersebut, Pancasila hadir sebagai kompas kebangsaan yang mampu menjaga arah perjalanan bangsa agar tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan gotong royong.

“Pancasila adalah jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi, krisis kemanusiaan, hingga ketidakpastian geopolitik dunia. Pancasila memberikan arah sekaligus kekuatan bagi bangsa untuk tetap berdiri teguh menghadapi berbagai perubahan,” ujar Yudian dalam amanatnya.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam percaturan dunia internasional. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk berperan aktif menciptakan ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, seluruh prajurit dan aparatur negara diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi ideologi yang dihafal, tetapi benar-benar hidup dan diwujudkan dalam setiap langkah pembangunan menuju Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan sejahtera.

Upacara yang berlangsung penuh khidmat tersebut menjadi simbol tekad bersama keluarga besar Kodim 0401/Muba untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat nasionalisme, serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang tangguh dan berdaya saing di tingkat global.(Eggy)

Komentar