Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu Perkuat Stabilitas Ekonomi Rakyat Lewat Gerakan Pangan Murah

Muba82760 Dilihat

Musi Banyuasin,KM– Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Sekayu kembali menunjukkan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pada Rabu (15/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Banyuasin ini menjadi langkah nyata dalam membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok. Program ini juga merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) antara BSB dan pemerintah daerah yang telah ditandatangani pada akhir Maret 2026.

Pada tahun ini, BSB meningkatkan dukungan finansialnya secara signifikan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp240 juta untuk subsidi pengendalian inflasi di Musi Banyuasin.

Pemimpin BSB Cabang Sekayu, Irwan Antony, menyampaikan bahwa peran BSB tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai pilar dalam mendukung kesejahteraan sosial masyarakat.


“Ini adalah bentuk dukungan konkret kami kepada pemerintah untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total dana Rp240 juta tersebut, masing-masing Rp120 juta dialokasikan untuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Ketahanan Pangan Muba. Bantuan ini diwujudkan dalam bentuk subsidi langsung sebesar Rp10.000 per paket sembako, sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang telah dipotong subsidi.

Sekretaris Daerah Muba, Syafaruddin, yang hadir mewakili Bupati Muba Toha Tohet, memberikan apresiasi atas kontribusi konsisten Bank Sumsel Babel dalam mendukung program pengendalian inflasi daerah.

“Sinergi dengan Bank Sumsel Babel merupakan contoh kolaborasi yang sangat baik. Pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Dukungan CSR seperti ini menjadi instrumen efektif untuk meredam gejolak harga, terutama komoditas beras,” tegasnya.

Dalam kegiatan GPM tersebut, disediakan sebanyak 1.200 paket sembako yang terdiri dari 5 kilogram beras SPHP dan 1 liter minyak goreng. Berkat subsidi dari BSB dan mitra lainnya, paket yang semula seharga Rp73.000 dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp58.000.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muba, Apriadi, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
“Dengan adanya dukungan dari Bank Sumsel Babel, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi 1.200 kepala keluarga yang hadir,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan utama Gerakan Pangan Murah adalah membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga di bawah pasar, menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas pasokan dan harga.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga menegaskan pentingnya sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan berbagai pihak dalam menghadapi tantangan inflasi sepanjang tahun 2026, khususnya pada komoditas strategis seperti beras.

Selain Bank Sumsel Babel, dukungan juga datang dari PT Muba Energi Maju Berjaya yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan beberapa kegiatan GPM di wilayah tersebut.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta, diharapkan upaya pengendalian inflasi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Musi Banyuasin dapat berjalan secara berkelanjutan dan efektif.(eggy)

Komentar