Medco E&P Rimau Tangani Kebocoran Pipa Negara di Babat Supat, Operasi Penyaluran Dihentikan Sementara

Muba63555 Dilihat

Musi Banyuasin,KM – Medco E&P Rimau (Medco E&P), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas, tengah melakukan penanganan intensif terhadap kebocoran pipa milik negara yang dioperasikan perusahaan di wilayah Desa Babat Banyuasin, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (22/6/2026).

Perusahaan menyatakan fokus utama saat ini adalah mempercepat penanganan titik kebocoran agar tidak meluas, sekaligus memastikan keselamatan lingkungan dan keamanan di sekitar lokasi kejadian tetap terjaga.

Begitu menerima informasi dari pekerja lapangan terkait insiden tersebut, Medco E&P langsung mengerahkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Sesuai prosedur operasional, perusahaan segera menurunkan personel teknis dan mengambil langkah cepat berdasarkan standar keselamatan kerja yang berlaku.

Selain penanganan teknis di lapangan, perusahaan juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah setempat, serta masyarakat sekitar guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Medco E&P menegaskan seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengacu pada standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lindung Lingkungan (K3LL).

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan pihaknya berupaya maksimal agar insiden tersebut dapat segera ditangani secara menyeluruh sehingga operasional perusahaan dapat kembali berjalan aman dan lancar.

“Kami terus berupaya agar kejadian ini dapat segera diatasi dengan baik, sehingga perusahaan dapat terus beroperasi dengan aman dan lancar serta tetap berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi domestik,” ujar Leony.

Berdasarkan pembaruan penanganan kebocoran pipa di titik KP 102+400 di wilayah Desa Babat Supat, tim pipeline pertama kali menerima informasi adanya kebocoran sekitar pukul 06.30 WIB dari tim Ramba. Lima menit kemudian, koordinasi langsung dilakukan dengan SPO dan informasi kejadian disampaikan melalui grup internal.

Selanjutnya, pada pukul 06.50 WIB, hasil pemantauan data penyaluran menunjukkan belum adanya penurunan laju alir maupun alarm pada sistem LDS. Sekitar pukul 07.00 WIB, koordinasi lanjutan dilakukan dengan Tim Medco Kaji dan terkonfirmasi masih terdapat aktivitas pemompaan dari Stasiun Langkap menuju Kaji.

Merespons kondisi tersebut, pada pukul 07.30 WIB tim Medco bergerak menuju lokasi dan langsung menghentikan penyaluran. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 08.25 WIB dan memastikan bahwa kebocoran berasal dari pipa Medco berdiameter 4 inci. Tak lama berselang, tepatnya pukul 08.45 WIB, Tim OSCT juga tiba di lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus pengawasan terhadap proses penggalian pipa yang mengalami kebocoran.

Hingga saat ini, penanganan masih terus berlangsung, sementara penyaluran pada jalur operasi Tempino–KM 03 dihentikan sementara sebagai bagian dari langkah pengamanan dan percepatan perbaikan di lapangan.(Eggy)

Komentar