Tabrakan di Jalur Maut : Mobil Minyak Ilegal Libas Bus Pariwisata, Pengawasan Dipertanyakan

Muba82754 Dilihat

Bayung Lencir, KM — Kecelakaan lalu lintas kembali menghantam jalur vital Jalan Lintas Palembang–Jambi. Insiden yang terjadi di Desa Telang, Kecamatan Bayung Lencir, sekitar pukul 12.30 WIB, Jumat (03/04/26), mempertemukan dua ancaman sekaligus: kelalaian di jalan raya dan pembiaran aktivitas ilegal yang kian merajalela.

Mobil pengangkut minyak ilegal bernomor polisi BG 8606 JL bertabrakan keras dengan bus pariwisata BH 7795 FU di tengah padatnya arus lalu lintas. Benturan itu bukan sekadar kecelakaan biasa—ini adalah potret nyata rapuhnya sistem pengawasan di salah satu urat nadi transportasi Sumatera Selatan.

Jalur yang sejak lama dikenal rawan kecelakaan itu kembali memakan korban situasi. Minimnya rambu keselamatan, lemahnya pengawasan, dan padatnya lalu lintas menjadi kombinasi berbahaya yang seolah dibiarkan terus berulang tanpa solusi nyata.

Yang lebih mencengangkan, keterlibatan kendaraan pengangkut minyak ilegal membuka luka lama yang tak kunjung sembuh. Bagaimana mungkin kendaraan bermuatan bahan berbahaya bisa bebas melintas di jalan umum? Di mana penindakan tegas yang selama ini digembar-gemborkan?

Fakta di lapangan menunjukkan, aktivitas ilegal ini belum tersentuh secara serius. Padahal risikonya bukan hanya bagi pelaku, tetapi juga bagi masyarakat luas yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan panjang. Evakuasi kendaraan dilakukan untuk mempercepat normalisasi jalur yang sempat lumpuh.

Belum ada keterangan resmi terkait korban jiwa. Aparat masih melakukan pendataan serta olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap kronologi lengkap insiden tersebut.

Kasat Lantas Polres Musi Banyuasin, AKP Rendy Novriadi, S.T.K., S.I.K., menyatakan pihaknya tengah mendalami penyebab kecelakaan, termasuk dugaan pelanggaran oleh kendaraan pengangkut minyak ilegal.

Sementara itu, Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Ruri Prastowo, S.H., S.I.K., M.I.K., mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas. Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk meningkatkan pengawasan, khususnya terhadap kendaraan berisiko tinggi.

Namun imbauan saja tidak cukup. Publik menunggu aksi nyata.
Kecelakaan ini adalah alarm keras. Tanpa pengawasan ketat, penegakan hukum tanpa kompromi, dan perbaikan serius pada sistem keselamatan jalan, Jalur Palembang–Jambi akan terus menjadi panggung tragedi yang berulang—dan masyarakatlah yang akan terus menjadi korban. (Eggy)

Komentar