PWI Pusat Kecam Pencegatan Misi Kemanusiaan Gaza, Jurnalis Indonesia Dilaporkan Ditahan Israel

Nasional82736 Dilihat

Jakarta,KM- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 saat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina. Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis asal Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan terkait kondisi kemanusiaan di wilayah konflik.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menilai tindakan pencegatan terhadap misi sipil dan kemanusiaan, termasuk awak media, merupakan langkah yang tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, tindakan tersebut mencederai prinsip perlindungan terhadap jurnalis yang bekerja di kawasan konflik internasional.

“Kami mengecam keras tindakan Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza, termasuk jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Keselamatan insan pers harus dihormati dan dilindungi dalam situasi apa pun,” ujar Akhmad Munir di Jakarta, Selasa.

Adapun jurnalis Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari republika.co.id⁠, serta Andre Prasetyo Nugroho dari tempo.co⁠. Mereka berada dalam misi tersebut untuk melaporkan langsung situasi kemanusiaan kepada publik internasional.

Munir menegaskan, kehadiran wartawan dalam misi kemanusiaan bukan untuk terlibat dalam konflik, melainkan menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi dan suara kemanusiaan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menghormati independensi serta menjamin keselamatan para jurnalis.

“Pers hadir untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada dunia. Tidak boleh ada intimidasi ataupun tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis yang menjalankan tugas profesinya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi dari kemlu.go.id⁠, sedikitnya 10 kapal yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dilaporkan ditahan aparat Israel. Beberapa di antaranya yakni kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Hingga kini, kapal yang membawa para jurnalis Indonesia masih belum dapat dihubungi dan kondisi awak kapal belum diketahui secara pasti.

PWI Pusat juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah diplomatik yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui kemlu.go.id⁠ guna memastikan keselamatan serta perlindungan seluruh warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.

Sementara itu, pemerintah melalui komdigi.go.id⁠ menyatakan terus berkoordinasi dengan Kemlu RI dan perwakilan Indonesia di berbagai negara untuk memantau perkembangan situasi sekaligus menyiapkan langkah perlindungan terhadap para WNI.

Selain itu, Kemlu RI juga telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna mengantisipasi proses perlindungan maupun pemulangan warga negara Indonesia apabila sewaktu-waktu diperlukan.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar diberikan keselamatan dan segera dapat kembali dengan selamat,” tutup Akhmad Munir. (Eggy)

Komentar