PHE Jambi Merang Perkuat Ekonomi Masyarakat Lewat Pelatihan Olahan Mocaf untuk KWT Embun Pagi

Muba52589 Dilihat

Musi Banyuasin,KM – Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengolahan produk turunan berbahan dasar tepung singkong atau Modified Cassava Flour (mocaf) bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi di Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Pelatihan ini menghadirkan Valentine Kesuma, Owner Valentine Baking Center Jambi, sebagai narasumber. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas anggota kelompok dalam mengembangkan beragam produk olahan berbasis mocaf yang memiliki nilai tambah sekaligus daya saing lebih tinggi di pasaran. Program ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan keterampilan, peningkatan produktivitas, serta penciptaan peluang usaha berkelanjutan bagi kelompok perempuan di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Selama ini, salah satu tantangan yang dihadapi KWT Embun Pagi adalah keterbatasan pemasaran tepung mocaf yang mereka hasilkan. Padahal, komoditas pangan lokal tersebut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Selain dikenal sebagai bahan pangan bebas gluten (gluten free), mocaf juga mudah dicerna, kaya manfaat sebagai sumber energi, dan berpeluang menjadi alternatif pangan lokal yang mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya menerima pembekalan teori, tetapi juga praktik langsung mengolah tepung mocaf menjadi beragam produk turunan yang lebih variatif dan memiliki peluang pasar lebih luas. Beberapa produk yang dipraktikkan antara lain tepung bumbu serbaguna, stik keju, stik bawang, hingga kue kering kelapa. Diversifikasi produk ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil produksi kelompok sekaligus membuka peluang pasar baru yang lebih menjanjikan.

Sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap pengembangan usaha kelompok, PHE Jambi Merang juga menyerahkan bantuan sarana dan peralatan produksi. Bantuan tersebut meliputi mesin penggiling singkong untuk mendukung proses produksi tepung mocaf, oven, perlengkapan pembuatan kue, serta berbagai peralatan pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Ketua KWT Embun Pagi, Riyanti, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan PHE Jambi Merang kepada kelompoknya. Menurut dia, pelatihan dan bantuan sarana produksi menjadi langkah penting untuk mendorong pengembangan usaha yang selama ini berfokus pada produksi tepung mocaf.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami terhadap berbagai peluang pengembangan produk berbahan dasar mocaf. Dengan tambahan keterampilan dan bantuan peralatan yang diberikan, kami optimistis dapat meningkatkan kualitas serta variasi produk sehingga memiliki peluang pasar yang lebih luas,” ujar Riyanti.

Sementara itu, Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan manfaat berkelanjutan di wilayah operasional. Menurutnya, PHE Jambi Merang tidak hanya ingin mendorong masyarakat menghasilkan bahan baku, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang kompetitif di pasar.

“Melalui peningkatan kapasitas dan dukungan sarana produksi ini, kami berharap KWT Embun Pagi dapat tumbuh menjadi kelompok usaha yang lebih mandiri, produktif, dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi para anggotanya maupun masyarakat sekitar,” kata Iwan.

Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, PHE Jambi Merang juga akan mendukung pengembangan desain kemasan produk agar tampil lebih menarik dan informatif, sekaligus memfasilitasi pengurusan legalitas produk. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas akses pemasaran, serta memperkuat daya saing produk olahan mocaf yang dihasilkan oleh kelompok.

Melalui penguatan kapasitas, dukungan sarana produksi, dan pendampingan berkelanjutan, PHE Jambi Merang berharap KWT Embun Pagi dapat tumbuh menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal berbasis potensi pangan daerah. Pada saat yang sama, program ini juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. (Eggy)

Komentar