Pertamina EP Ramba Field Raih Platinum IRBA dan ENSIA 2026, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Masyarakat

Muba72664 Dilihat

MUSI BANYUASIN, KM — Komitmen Pertamina EP Ramba Field dalam menjalankan kegiatan operasional yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan kembali mendapat apresiasi. Perusahaan yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (Pertamina Hulu Rokan Zona 4) tersebut berhasil memboyong penghargaan Platinum pada ajang Indonesian Responsible Business Award (IRBA) dan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026.

Pengakuan tersebut menjadi catatan positif atas berbagai program yang dijalankan Pertamina EP Ramba Field, baik dalam aspek tanggung jawab sosial maupun inovasi di bidang lingkungan. Pada ajang IRBA 2026, perusahaan meraih predikat Platinum melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di wilayah sekitar operasional.

Sementara pada ENSIA 2026, Pertamina EP Ramba Field mencatat prestasi dengan meraih empat penghargaan Platinum. Keempat kategori tersebut meliputi Efisiensi Energi, Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3), Penurunan Emisi, serta Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air.

Senior Manager Pertamina EP Ramba Field, Hanif Setiawan, mengatakan capaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan operasi hulu migas dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

“Apresiasi dalam dua penghargaan tersebut menambah semangat kami untuk terus menjalankan operasi hulu migas berkelanjutan. Pertamina EP Ramba Field tidak hanya berkomitmen memastikan pasokan energi, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat serta lingkungan,” ujar Hanif.

Pada ajang IRBA 2026, penghargaan Platinum diperoleh melalui program Pusaka Keluang atau Pemberdayaan untuk Kesejahteraan Melalui Keterpaduan Alam Desa Keluang. Program yang telah berjalan sejak 2025 itu mengintegrasikan sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Keluang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin.

Pusaka Keluang mencakup pengelolaan bank sampah, upaya pencegahan dan penanganan stunting, penguatan perekonomian masyarakat serta peningkatan ketahanan pangan. Program tersebut telah memberikan manfaat secara langsung kepada sekitar 107 penerima manfaat dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga masyarakat dewasa.

Tak hanya melalui program sosial, Pertamina EP Ramba Field juga menunjukkan inovasi dalam mendukung efisiensi operasional dan perlindungan lingkungan. Hal itu tercermin dari empat penghargaan Platinum yang diraih dalam ENSIA 2026.

Dalam ajang tersebut, Pertamina EP Ramba Field mampu bersaing dengan 253 perusahaan yang turut berpartisipasi dengan total 954 paper inovasi. Capaian itu memperlihatkan beragam inovasi perusahaan dalam mencari solusi atas tantangan operasional sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Untuk kategori Efisiensi Energi, penghargaan diberikan atas inovasi PANSER atau Portable Mixer for Scale Remover. Inovasi tersebut menyatukan proses pencampuran dan injeksi scale remover dalam satu sistem dengan memanfaatkan prinsip hydraulic recirculation dari high pressure pump.

Penerapan teknologi tersebut membuat penggunaan sejumlah peralatan dapat ditekan. Selain mengurangi waktu operasional, inovasi PANSER juga berkontribusi terhadap penghematan konsumsi bahan bakar genset dalam kegiatan operasional.

Pada kategori Pengurangan dan Pemanfaatan LB3, Pertamina EP Ramba Field mengandalkan program SIGAP. Program ini memanfaatkan teknologi drone untuk memperkuat kegiatan patroli dan pemantauan jalur pipa produksi.

Penggunaan drone memungkinkan pengawasan dilakukan secara lebih efektif sehingga potensi gangguan maupun perluasan pencemaran yang berkaitan dengan limbah B3 dapat diketahui dan dicegah lebih dini.

Sementara itu, penghargaan Platinum kategori Penurunan Emisi diraih melalui inovasi Black Mamba. Program tersebut menerapkan desain Sucker Rod dengan sirip helikal untuk meningkatkan keandalan pengoperasian sumur yang menggunakan Sucker Rod Pump (SRP).

Inovasi Black Mamba mampu memperpanjang masa operasional atau runlife sumur dari rata-rata sekitar tiga bulan menjadi empat hingga enam bulan. Dampaknya, frekuensi pekerjaan perbaikan sumur dapat dikurangi, termasuk penggunaan rig dan alat berat.

Penurunan frekuensi kegiatan tersebut turut berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar operasional dan emisi yang dihasilkan. Di sisi lain, inovasi tersebut juga membantu menekan potensi Loss Production Opportunity (LPO).

Penghargaan Platinum berikutnya diperoleh pada kategori Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air melalui program Production ComPASS yang diterapkan di Struktur Mangunjaya.

Program tersebut digunakan untuk membantu perusahaan melakukan pemetaan sekaligus analisis terhadap sumur-sumur yang belum beroperasi secara optimal. Hasil analisis kemudian menjadi dasar dalam menentukan penggunaan teknologi yang lebih sesuai dengan kondisi sumur.

Penerapan Production ComPASS turut meningkatkan masa operasional atau runlife sumur dari sekitar 90 hari menjadi 180 hari. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya frekuensi kegiatan well services dan operasional rig yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.

Rangkaian penghargaan yang diraih Pertamina EP Ramba Field pada IRBA dan ENSIA 2026 menjadi bagian dari perjalanan perusahaan dalam mengembangkan operasi hulu migas yang tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan produksi energi, tetapi juga memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat, efisiensi sumber daya, serta keberlanjutan lingkungan.(Eggy)

Komentar