Lima Pekerja Terluka Akibat Ledakan Fasilitas Jargas di Babat Supat, Polisi Selidiki Penyebab Insiden

Muba62575 Dilihat

MUSI BANYUASIN,KM – Sebuah fasilitas Metering Regulating Station (MRS) jaringan gas alam yang tengah dikerjakan PT Pratiwi Putri Sulung (PPS) mengalami ledakan di belakang Kantor Camat Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan lima pekerja mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak kepolisian, sebelum kejadian berlangsung sebanyak 10 pekerja terlebih dahulu melaksanakan briefing serta persiapan standar pengujian fasilitas. Tahapan pengujian dilakukan sesuai prosedur melalui Factory Acceptance Test (FAT) di pabrik dan pengujian ulang di lokasi pekerjaan.

Dalam proses pengujian tersebut digunakan gas Nitrogen (N2). Saat salah satu tabung Nitrogen diinjeksikan ke dalam Pressure Regulator Station (PRS) atau mesin pengatur tekanan, tiba-tiba terjadi ledakan yang disertai kepulan asap hitam dari dalam unit PRS.

Dugaan ledakan tersebut menyebabkan serpihan plat besi dari box PRS terlempar ke sejumlah arah. Selain itu, tekanan udara yang dihasilkan dari gas Nitrogen turut mengakibatkan lima pekerja mengalami luka-luka.

Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan mobil minibus Toyota Innova BG 1747 TE menuju Rumah Sakit Daerah Sungai Lilin untuk mendapatkan penanganan medis.

Kelima korban diketahui berinisial AS, warga Kelurahan Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi; AM (37), warga Kelurahan Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung; FZ (38), warga Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi; AO (60), warga Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor; serta MO (36). Seluruh korban merupakan pekerja dari PT Kian Santang Muliatama Tbk.

Mendapatkan informasi terkait insiden tersebut, Kapolsek Babat Supat IPTU Agum Marenra, S.Tr.K., M.H., langsung menginstruksikan Kanit Reskrim IPDA Fran Jumaidi, S.H., bersama personel piket SPKT, Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Babat Supat untuk melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

Kasi Humas Polres Musi Banyuasin AKP Hutahaean, mewakili Kapolsek Babat Supat, menjelaskan bahwa petugas segera melakukan langkah-langkah kepolisian begitu tiba di lokasi.

“Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas menemukan bekas ledakan serta serpihan plat besi yang berserakan di sekitar lokasi. Polisi kemudian melakukan pengamanan area, meminta keterangan sejumlah saksi, serta memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKP Hutahaean.

Ia menambahkan, Polsek Babat Supat telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Musi Banyuasin untuk mendalami penyebab insiden tersebut.

“Saat ini Polsek Babat Supat telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Muba guna melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab ledakan,” tambahnya.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan fasilitas Metering Regulating Station (MRS) jaringan gas alam tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Aparat juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan teknis guna memastikan faktor yang memicu terjadinya ledakan.(Eggy)

Komentar