Jalan Lintas Provinsi di Lahat Terbengkalai, Warga Pertaruhkan Nyawa di Tengah Kepungan Alang-alang

Lahat62838 Dilihat

Lahat,KM – Wajah infrastruktur di Kabupaten Lahat kembali tercoreng. Ruas jalan lintas dari Simpang Tiga Asam menuju Tanjung Baru hingga Kota Agung kini dikeluhkan warga karena kondisinya kian memprihatinkan. Bahu jalan yang seharusnya menjadi ruang aman justru “hilang” ditelan rimbunnya rumput alang-alang yang dibiarkan tumbuh liar tanpa perawatan.

Berdasarkan laporan masyarakat pada Jumat (3/4/2026), kondisi terparah terpantau di wilayah Desa Air Dingin Lama dan Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Tebat. Di titik-titik ini, semak tinggi menjalar hingga menutup bahu jalan, mempersempit ruang gerak kendaraan dan memangkas jarak pandang pengendara—sebuah kombinasi berbahaya yang berpotensi memicu kecelakaan kapan saja.

Andri (23), warga Kecamatan Tanjung Tebat, menilai pemerintah terkesan abai terhadap kondisi jalan provinsi tersebut. Ia menyebut, sudah hampir satu tahun tidak ada kegiatan perawatan, khususnya pembersihan atau tebang bayang.

“Sudah sekitar satu tahun tidak ada perawatan. Rumput alang-alang semakin lebat hingga memakan bahu jalan, sehingga rawan terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Tak hanya mempersempit badan jalan, persoalan ini juga merembet pada fungsi drainase. Saluran air yang tersumbat semak menyebabkan air meluap ke badan jalan saat hujan turun, mempercepat kerusakan infrastruktur yang seharusnya dijaga.

“Kalau hujan, air menggenangi bahu jalan karena parit tersumbat. Ini bisa mempercepat kerusakan jalan,” tambahnya.

Kondisi ini mempertegas lemahnya pengawasan dan minimnya respons dari instansi terkait terhadap infrastruktur vital yang digunakan masyarakat setiap hari. Padahal, status jalan sebagai jalur provinsi seharusnya menjadi prioritas dalam pemeliharaan rutin, bukan justru dibiarkan seperti “jalan tak bertuan”.

Keluhan senada disampaikan Eko Pratio, warga yang baru kembali ke kampung halamannya di Tanjung Tebat. Ia mengaku terkejut melihat perubahan drastis kondisi jalan yang kini dipenuhi semak belukar.

“Sudah lama tidak pulang, sekarang jalan terlihat sempit karena ditumbuhi rumput. Pemerintah desa hingga kabupaten harus cepat tanggap. Selain merusak pemandangan, ini juga membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

Warga mendesak dinas terkait segera turun tangan sebelum kondisi ini memakan korban. Jika pembiaran terus berlanjut, bukan hanya infrastruktur yang rusak, tetapi juga keselamatan masyarakat yang dipertaruhkan di setiap kilometer jalan yang terabaikan. (Eggy)

Komentar