Bakar Semangat Peserta Seleksi PPSDM Migas Cepu 2026, Kadisnakertrans Muba: “Manfaatkan Peluang Emas Ini!”

Muba73747 Dilihat

SEKAYU, KM — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui pelaksanaan ujian seleksi Rekrutmen Pelatihan PPSDM Migas Cepu Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Sekayu, Senin (25/5/2026), diikuti ratusan peserta yang terbagi dalam dua sesi ujian.

Sebelum pelaksanaan seleksi dimulai, Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, AP, hadir langsung memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Disnakertrans Muba tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang akan bersaing memperebutkan kesempatan mengikuti pelatihan bergengsi di sektor minyak dan gas nasional.

Dalam sambutannya, Herryandi menegaskan bahwa program pelatihan PPSDM Migas Cepu merupakan peluang strategis bagi generasi muda Musi Banyuasin untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka jalan menuju dunia kerja profesional di industri migas.

“Kesempatan ini tidak datang kepada semua orang. Kalian yang hadir di ruangan ini adalah putra-putri terbaik yang siap ditempa menjadi tenaga kerja kompeten dan bersertifikasi. Gunakan peluang emas ini dengan sungguh-sungguh, karena industri migas membutuhkan SDM yang disiplin, tangguh, dan memiliki standar kompetensi tinggi,” tegas Herryandi di hadapan peserta.

Ia juga menekankan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di bawah kepemimpinan Bupati H. M. Toha Tohet, SH, Wakil Bupati Abdur Rohman Husen, serta Sekretaris Daerah Drs.Syafaruddin, M.Si, dalam memperluas akses pelatihan vokasi dan menciptakan tenaga kerja lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pada tahun anggaran 2026 melalui dukungan Dana APBN, pelatihan PPSDM Migas Cepu membuka sejumlah kejuruan strategis, di antaranya Juru Ikat Beban (Rigger), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Petugas Pengukur Isi Tangki Minyak Bumi dan Hasil Olahan.

Sementara itu, untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan sesuai standar industri, tahapan ujian dikawal langsung oleh Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Lattas) Disnakertrans Muba bersama tim teknis.

Kepala Bidang Lattas Disnakertrans Muba, Edison, menjelaskan bahwa seleksi tahun ini dirancang secara ketat melalui beberapa tahapan penting guna mengukur kesiapan peserta menghadapi lingkungan kerja industri migas yang memiliki risiko tinggi.

“Seleksi dibagi dalam dua instrumen utama, yakni ujian tertulis untuk mengukur kemampuan dasar, logika berpikir, serta kesiapan akademis peserta terhadap kejuruan yang dipilih. Selain itu, ada tes buta warna yang sifatnya wajib dan menjadi salah satu syarat utama,” jelas Edison saat meninjau pelaksanaan ujian sesi pertama.

Menurutnya, tes buta warna menjadi parameter penting karena industri migas sangat bergantung pada identifikasi warna dalam sistem operasional maupun standar keselamatan kerja.

“Di sektor migas, warna menjadi bagian vital mulai dari kode pipa, simbol keselamatan kerja, hingga alat ukur tangki minyak. Kesalahan dalam mengenali warna dapat berdampak fatal terhadap keselamatan kerja. Karena itu, pemeriksaan dilakukan secara ketat dan transparan agar menghasilkan operator yang benar-benar siap kerja,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Herryandi kembali mengingatkan seluruh peserta, baik sesi pertama maupun sesi kedua, agar tetap percaya diri dan menjaga integritas selama mengikuti seleksi. Ia berharap para peserta mampu menjadikan momentum tersebut sebagai langkah awal meraih masa depan yang lebih baik.

“Sesi pertama harus menjadi awal yang optimistis, dan sesi kedua wajib mempertahankan semangat yang sama. Persaingan boleh ketat, tetapi jangan pernah kehilangan fokus dan kepercayaan diri. Jadikan seleksi ini sebagai pintu awal untuk berkontribusi bagi daerah dan mewujudkan Muba Maju Lebih Cepat,” pungkasnya.

Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dengan penerapan disiplin yang ketat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Disnakertrans Musi Banyuasin dalam menekan angka pengangguran melalui penguatan program pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri.(Eggy)

Komentar