Produksi Minyak Limau Field Melonjak 5.102 BOPD ,Pertamina EP Zona 4 Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Prabumulih82734 Dilihat

PRABUMULIH,KM— Produksi minyak di Lapangan Limau yang dioperasikan PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 mengalami peningkatan signifikan dalam sebulan terakhir. Kenaikan produksi ini menjadi salah satu kontribusi penting dalam mendukung target peningkatan produksi minyak nasional pada awal tahun 2026.

Pada 27 Februari 2026, PT Pertamina EP Limau Field mencatatkan produksi minyak sebesar 5.102 barel per hari (BOPD). Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan produksi pada 16 Januari 2026 yang berada di level 3.658 BOPD.

General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan peningkatan produksi tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam mendukung penguatan sektor energi nasional.

“Peningkatan produksi Limau Field adalah hasil konsistensi PEP Zona 4 dalam upaya mendukung peningkatan produksi migas nasional yang berkelanjutan. Catatan positif ini tentu menjadi bagian dari upaya mewujudkan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Menurut Djudjuwanto, peningkatan produksi tersebut tetap diiringi komitmen perusahaan dalam menerapkan standar keselamatan kerja yang ketat melalui sistem manajemen Health, Safety, Security and Environment (HSSE). Selain itu, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional di lapangan.

“Di tengah upaya peningkatan produksi, kami tetap menempatkan keselamatan kerja dan operasional sebagai prioritas utama. Kami juga mengapresiasi dukungan para stakeholder dan pemerintah daerah sehingga kegiatan operasional dapat berjalan lancar dan kondusif,” katanya.

Sementara itu, Senior Manager Subsurface Development & Planning PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, menjelaskan bahwa peningkatan produksi Limau Field didorong oleh sejumlah kegiatan teknis di lapangan, termasuk pengeboran dan intervensi sumur.

Salah satu kontribusi terbesar berasal dari pengeboran sumur TMB-026 di Struktur Tanjung Miring Barat. Pengeboran sumur tersebut dimulai pada 22 Januari 2026 dan menunjukkan kapasitas produksi minyak sebesar 554 BOPD pada uji alir awal yang dilakukan 16 Februari 2026.

Selain itu, peningkatan produksi juga didukung kegiatan well intervention pada sumur BEL-053 di Kabupaten Muara Enim. Setelah pekerjaan intervensi yang berlangsung selama 13 hari pada 8–21 Februari 2026, sumur tersebut mampu menghasilkan produksi sebesar 650 BOPD.

Sebagai informasi, PHR Regional Sumatra Zona 4 yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina mengelola sejumlah wilayah kerja migas, di antaranya PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, serta PHE Raja Tempirai.

Operasional wilayah kerja tersebut berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas melalui perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Keberadaan wilayah kerja ini tersebar di Kota Prabumulih dan Palembang serta sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan, termasuk Muara Enim, PALI, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, hingga Ogan Komering Ulu.

Peningkatan produksi dari Limau Field diharapkan dapat terus berlanjut guna memperkuat kontribusi sektor hulu migas dalam menjaga ketahanan energi nasional.(Eggy)

Komentar