Tedmon Berisi 3.000 Liter Minyak Mentah Terbakar di Sanga Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan

Muba34462 Dilihat

MUSI BANYUASIN,KM – Kebakaran kembali terjadi di wilayah pengelolaan minyak rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin. Tiga unit tedmon atau penampungan minyak mentah yang berada di Dusun VI, Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, dilalap api pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi sebelum api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran melanda tiga tedmon berisi minyak mentah dengan total volume sekitar 3.000 liter. Penampungan tersebut diketahui milik Efan bin Kudir, pemilik sumur bor minyak yang beroperasi di lokasi kejadian.

Hasil penyelidikan awal mengungkapkan bahwa api diduga berasal dari percikan mesin sedot atau mesin operasional yang mengalami korsleting saat proses kerja berlangsung. Percikan tersebut kemudian menyambar minyak mentah yang berada di dalam penampungan hingga memicu kobaran api.

Mendapat laporan dari warga, personel Pos BKPM Keban yang dipimpin Aiptu Yuluansyah segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Bersama para pekerja, petugas melakukan pemadaman menggunakan campuran air dan deterjen hingga api berhasil dikendalikan.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Diketahui, sumur minyak yang terbakar tersebut telah terdata dalam koperasi setempat. Berdasarkan keterangan pengurus Koperasi Rezeki Bersama Sejahtera (RBS), sumur tersebut telah masuk dalam inventarisasi dan verifikasi mandiri di bawah naungan koperasi.

Kasi Humas Polres Musi Banyuasin, AKP S. Hutahaean, membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Menurutnya, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Benar telah terjadi kebakaran tedmon penampungan minyak di wilayah Sanga Desa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kami tetap melakukan pendataan dan pengumpulan keterangan di lapangan,” ujar AKP S. Hutahaean.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan menelusuri lebih lanjut aspek teknis dan keamanan operasional di lokasi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Untuk saat ini berkas sudah dilimpahkan ke Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Muba dan memasuki tahap penyelidikan,” pungkasnya.(Eggy)

Komentar