SKK Migas, Medco E&P dan PHR Zona 4 Perkuat Sinergi Forkopimcam untuk Jaga Keandalan Jalur Pipa Minyak Bumi

Muba73493 Dilihat

Palembang, KM – Komitmen memperkuat sinergi dan koordinasi dalam mendukung kelancaran operasional hulu minyak dan gas bumi terus dilakukan oleh SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

SKK Migas bersama Medco E&P Indonesia dan PHR Zona 4 yang meliputi Pertamina EP Pendopo Field, Adera Field, dan Prabumulih Field menggelar Group Discussion bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di wilayah yang dilintasi jalur pipa penyalur minyak bumi, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman mengenai kegiatan hulu migas sekaligus membangun koordinasi antara pelaku industri hulu migas dengan pemerintah kecamatan, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya di sekitar wilayah operasi.

Pertemuan dihadiri Camat Muara Lakitan, Jirak Jaya, Penukal, Abab, Talang Ubi, Tanah Abang, Sungai Rotan, Gelumbang, Indralaya Utara, Pamulutan, Kertapati, Jakabaring dan Plaju.

Turut hadir jajaran Polsek dan Koramil dari wilayah terkait, Kepala Subdit Waster Ditpamobvit Polda Sumsel AKBP Ali Sadikin, S.Ag., M.Si., Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Kurnia Ariwijayanti, Koordinator Operasi SKK Migas Sumbagsel Febryan, Manager Stakeholder Relation Management PHR Zona 4 Frans Alexander A. Hukom, serta Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo.

Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Kurnia Ariwijayanti menyampaikan apresiasi kepada Medco E&P Indonesia dan PHR Zona 4 atas terselenggaranya forum tersebut.

Menurutnya, kegiatan operasional hulu migas memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Karena itu, diperlukan komunikasi dan koordinasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu kegiatan operasi.

“Kami berharap melalui forum ini, berbagai isu, tantangan maupun potensi yang ada di lapangan dapat dibahas secara konstruktif sehingga menghasilkan solusi yang tepat dan dapat diterima semua pihak. Forum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi, mempererat hubungan antar-pemangku kepentingan, serta merumuskan langkah strategis demi keberlanjutan operasi hulu migas,” jelas Kurnia.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai tata kelola kegiatan hulu migas serta berbagai bentuk gangguan terhadap operasi pada jalur pipa penyalur minyak bumi yang disampaikan Febryan.

Sementara itu, AKBP Ali Sadikin memaparkan materi mengenai gangguan terhadap kegiatan operasi hulu migas yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan sejumlah studi kasus. Sesi tersebut berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta kondisi yang dihadapi di wilayah masing-masing.

Manager Field Relation & Community Enhancement Medco E&P Indonesia Hirmawan Eko Prabowo mengapresiasi dukungan para camat, kapolsek, dan danramil sehingga forum koordinasi tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi forum untuk memperkuat koordinasi, kolaborasi dan kerja sama guna mendukung kelancaran operasi migas, khususnya di wilayah yang dilalui jalur pipa migas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Manager Stakeholder Relation Management PHR Zona 4 Frans Alexander A. Hukom. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara SKK Migas, KKKS dan seluruh pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.

Menurut Frans, dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga keberlangsungan kegiatan hulu migas, termasuk menjaga objek vital nasional (Obvitnas) yang berkaitan dengan ketahanan energi.

“PHR Zona 4 percaya bahwa pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi memiliki peran kunci dalam mendukung KKKS mewujudkan ketahanan energi nasional melalui operasi hulu migas yang aman, selamat dan andal,” pungkas Frans.

Melalui forum tersebut, SKK Migas, Medco E&P dan PHR Zona 4 berharap komunikasi lintas sektor semakin solid sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi lebih dini dan kegiatan operasional hulu migas dapat berjalan secara aman, lancar serta berkelanjutan. (Eggy)

Komentar