PMPB Muba Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran Muara Teladan, Solidaritas Diperkuat Salurkan Uang Tunai dan Sembako

Muba64283 Dilihat

MUARA TELADAN, KM — Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali diwujudkan Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Kabupaten Musi Banyuasin. Melalui DPC PMPB Muba bersama PAC PMPB Kecamatan Sekayu, organisasi tersebut turun langsung menemui keluarga korban kebakaran di Dusun III, Desa Muara Teladan, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin.

Kehadiran pengurus PMPB bukan sekadar menyampaikan rasa prihatin. Bantuan berupa uang tunai dan sejumlah kebutuhan pokok diserahkan langsung kepada dua keluarga yang rumahnya dilalap api dalam peristiwa kebakaran yang mengakibatkan tempat tinggal mereka mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat ditempati.

Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Kedatangan jajaran PMPB diharapkan dapat memberikan sedikit ruang bagi para korban untuk menghadapi kondisi sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan sejumlah harta benda.

Dua rumah yang menjadi korban kebakaran diketahui merupakan milik Abadi bin Mawardi dan Endri. Musibah tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian secara materi, tetapi juga membuat kedua keluarga harus menjalani masa pemulihan dengan berbagai keterbatasan.

Melihat kondisi tersebut, DPC PMPB Muba bersama PAC PMPB Sekayu mengambil langkah untuk memberikan bantuan secara langsung. Paket sembako dan uang tunai disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak keluarga korban di tengah situasi pascakebakaran.

Ketua DPC PMPB Kabupaten Musi Banyuasin, Daniel Firmansyah, S.H., mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat. Menurutnya, keberadaan PMPB harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, terutama ketika warga sedang menghadapi persoalan maupun musibah.

“Ketika ada masyarakat yang mengalami musibah, kami ingin hadir dan memberikan dukungan semampu kami. Bantuan ini memang tidak sebanding dengan kerugian yang dialami korban, tetapi kami berharap bisa sedikit membantu kebutuhan mereka,” kata Daniel kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).

Ia menegaskan, semangat kebersamaan menjadi salah satu pijakan PMPB dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial. Menurut Daniel, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Program “PMPB Peduli Berbagi Meringankan” menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut. Melalui kegiatan ini, PMPB berupaya membangun semangat gotong royong sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan warga yang sedang tertimpa musibah menghadapi kesulitan seorang diri.

Daniel berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama keluarga korban menata kembali kehidupan mereka setelah musibah.

“Harapan kami, bantuan ini bisa menjadi penyemangat bagi keluarga yang sedang berduka. Jangan melihat besar kecilnya bantuan, tetapi lihat kepedulian dan kebersamaan yang kita bangun. Dengan solidaritas, kita bisa saling menguatkan dan membantu saudara kita bangkit kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, musibah merupakan keadaan yang tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu, kepedulian antarwarga dan kekuatan gotong royong dinilai penting untuk membantu masyarakat melewati masa-masa sulit.

Bagi PMPB Muba, aksi tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa organisasi kemasyarakatan tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga berupaya mengambil bagian dalam persoalan sosial dan kemanusiaan yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Semangat Ringankan Beban, Pulihkan Harapan, Bersama Kita Bisa pun terus digaungkan sebagai dorongan agar kepedulian sosial tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan tumbuh menjadi gerakan bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.(Eggy)

Komentar