MUSI BANYUASIN,KM– Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus diperkuat Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang melalui rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Tidak sekadar seremoni, perusahaan menggelar Seminar Nasional Lingkungan sekaligus aksi penanaman pohon sebagai wujud nyata kolaborasi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di tengah era transisi energi. Kegiatan yang berlangsung pada 19–22 Juni 2026 tersebut melibatkan akademisi, pemerintah, masyarakat, hingga berbagai pemangku kepentingan.
Seminar Nasional yang diselenggarakan bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Jambi mengangkat tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Konservasi untuk Lingkungan Berkelanjutan di Era Transisi Energi dan Perubahan Iklim.”
Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan antara akademisi dan praktisi mengenai penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan, percepatan transisi energi, serta pentingnya membangun sinergi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui aksi penanaman pohon di Kampung Sawah, Desa Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah, KPH Lalan Mendis, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta masyarakat setempat ini bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi, memperkuat daya serap karbon, sekaligus mendukung Program Jangka Benah pada kawasan perhutanan sosial.
Perwakilan Desa sekaligus Gapoktan, Slamet Catur, mengapresiasi inisiatif PHE Jambi Merang yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun lingkungan. Menurutnya, keberadaan pohon yang ditanam tidak hanya mempercantik kawasan hijau, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kualitas tanah dan sumber daya air serta membantu mengurangi emisi karbon.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.
Field Manager PHE Jambi Merang, R. Satrio Mursabdo, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan. Ia menilai keberlanjutan perusahaan tidak hanya tercermin dari operasional yang andal, tetapi juga melalui edukasi serta keterlibatan aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“PHE Jambi Merang meyakini bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan sinergi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Melalui edukasi dan aksi nyata seperti penanaman pohon, kami ingin memperkuat kesadaran kolektif sekaligus mendorong kolaborasi yang menghasilkan manfaat lingkungan dan sosial secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan penanaman pohon bukan sekadar simbol kepedulian terhadap lingkungan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PHE Jambi Merang kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan prinsip keberlanjutan dan ESG (Environmental, Social, and Governance). Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada sektor aksi terhadap perubahan iklim, perlindungan ekosistem daratan, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan kemitraan untuk pembangunan yang berkelanjutan.(Eggy)












Komentar