Operasi Pasar Murah Hadir di Sungai Keruh, Pemkab Muba dan Bank Sumsel Babel Ringankan Beban Masyarakat

Muba62567 Dilihat

SUNGAI KERUH, KM – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) kembali menggelar Operasi Pasar Murah di Kecamatan Sungai Keruh, Kamis (9/7/2026). Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kantor Camat Sungai Keruh tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, H. Akhmad Toyibir, SSTP., MM, yang hadir mewakili Bupati Muba H. M. Toha Tohet, SH.
Dalam sambutannya, Akhmad Toyibir mengajak masyarakat memanfaatkan program pasar murah sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan Operasi Pasar Murah ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Semoga program ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok dan meringankan beban ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdagperin Muba Hendra Tris Tomy, SSTP., M.Ec.Dev melalui Sekretaris Drs. Nwardi Endang, M.Si menjelaskan, operasi pasar murah kali ini menyediakan paket kebutuhan pokok yang terdiri dari beras SPHP kemasan 5 kilogram, gula pasir kemasan 1 kilogram, serta gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Disdagperin menyiapkan 6 ton beras SPHP dari Perum Bulog, 1,2 ton gula pasir, serta 250 tabung LPG 3 kilogram.

Harga paket pangan yang ditetapkan Perum Bulog Kanwil Sumsel-Babel sebesar Rp78.000. Namun berkat subsidi sebesar Rp10.000 dari Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu, masyarakat cukup membayar Rp68.000 per paket. Sementara LPG 3 kilogram dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp21.000 per tabung.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, Perum Bulog, dan Bank Sumsel Babel menjadi bentuk nyata sinergi dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” kata Nwardi.

Di kesempatan yang sama, Camat Sungai Keruh Henri, S.Pd., M.Si menyampaikan apresiasi kepada Bupati Muba beserta seluruh pihak yang telah menghadirkan Operasi Pasar Murah di wilayahnya.
Menurutnya, program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

“Sebelumnya Dinas Ketahanan Pangan juga telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Sungai Keruh. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan sebagai bagian dari pengendalian inflasi sekaligus mendukung visi Bupati Muba mewujudkan Muba Maju Lebih Cepat,” ungkap Henri.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan subsidi secara simbolis oleh Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu, Irwan Antoni, kepada Staf Ahli Bupati Muba sebagai simbol dukungan sektor perbankan terhadap pelaksanaan Operasi Pasar Murah di Kabupaten Musi Banyuasin.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Muba menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, memperkuat pengendalian inflasi, serta memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau melalui sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan.

Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu, Irwan Antoni, menegaskan bahwa dukungan Bank Sumsel Babel terhadap Operasi Pasar Murah merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi daerah.

Menurutnya, pemberian subsidi sebesar Rp10.000 untuk setiap paket kebutuhan pokok diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kalangan berpenghasilan rendah.

“Kami berharap bantuan subsidi ini dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Bank Sumsel Babel akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam berbagai program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Irwan Antoni saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan para pemangku kepentingan merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

“Melalui sinergi yang baik, kami optimistis upaya pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.(Eggy)

Komentar