Medco E&P Perkuat UMKM Binaan Lewat Pelatihan Manajemen dan Pengembangan SDM

Muba62597 Dilihat

MUSI BANYUASIN, KM — PT Medco E&P Indonesia terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya melalui peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar pelatihan manajemen usaha dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi UMKM binaan yang berada di tiga aset operasi Medco E&P di Sumatera Selatan, yakni South Sumatra Region (SSR), Corridor, dan Sakakemang.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Medco Foundation tersebut berlangsung selama dua hari, 28–29 September 2026, di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Pelatihan ini dirancang untuk membekali pelaku usaha dengan pengetahuan praktis agar mampu mengelola bisnis secara lebih tertata, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas peluang pasar.

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengatakan program tersebut diharapkan dapat mendorong UMKM binaan untuk berkembang dan meningkatkan tingkat kematangan usahanya.

Menurutnya, pelatihan juga menjadi ruang bagi para pelaku UMKM dari berbagai wilayah operasi untuk saling bertukar pengalaman, menyampaikan kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha, sekaligus mendapatkan solusi atas berbagai persoalan bisnis.

“Para pelaku UMKM binaan dari SSR, Corridor, dan Sakakemang menjalani pelatihan bersama. Mereka juga memiliki kesempatan untuk bertanya mengenai pengelolaan usaha, hambatan yang dihadapi, serta solusi agar UMKM semakin berkembang dan tingkat kematangannya meningkat,” ujar Leony.

Sebanyak 56 pelaku UMKM mengikuti rangkaian materi yang mencakup pola pikir kewirausahaan, penguatan kelembagaan dan legalitas usaha, peningkatan mutu produk, literasi keuangan hingga pengenalan penjualan melalui platform digital.

Bagi peserta, materi yang diberikan dinilai memberikan perspektif baru dalam mengembangkan usaha agar tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki daya saing.

Rizal, pelaku UMKM asal Desa Talang Buluh yang berada di wilayah Blok Corridor, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru setelah mengikuti pelatihan tersebut. Pemilik usaha bengkel sepeda motor itu menilai pemahaman mengenai strategi pengembangan usaha menjadi salah satu hal penting yang diperolehnya.

“Banyak ilmu yang saya dapat, terutama bagaimana mengembangkan usaha dengan cara membedakan usaha saya dengan usaha orang lain,” ungkap Rizal.

Manfaat serupa dirasakan Eka Sundari, pelaku usaha asal Desa Gunung Megang Luar yang berada di wilayah aset SSR-Blok Lematang. Pemilik usaha donat dan aneka kue tersebut menyebut pelatihan menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat pemahamannya dalam menjalankan proses produksi dan administrasi usaha.

“Di sini saya mendapat banyak penyegaran pengetahuan, terutama untuk lebih tertib menjalankan prosedur produksi. Saya juga berharap mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang administrasi keuangan,” tuturnya.

Sementara itu, Rijal Meranjat, pelaku UMKM dari Desa Margo Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, wilayah kerja Blok Sakakemang, juga merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. Pelaku usaha pandai besi itu menilai perubahan pola pikir menjadi salah satu bekal penting dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Selain pemberian materi, peserta juga menjalani sesi assessment atau penilaian untuk mengetahui tingkat kematangan masing-masing usaha. Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menentukan kebutuhan pengembangan UMKM ke depan.

Program pengembangan UMKM tersebut merupakan bagian dari komitmen Medco E&P dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui peningkatan kapasitas, pendampingan dan penguatan kemampuan pengelolaan usaha, Medco E&P berharap UMKM binaan mampu tumbuh lebih profesional, memiliki daya saing, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.(Eggy)

Komentar