MUSI BANYUASIN, KM — Semangat melestarikan budaya daerah sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat mewarnai pelaksanaan Lomba Senjang dan Gaplek di Stable Berkuda Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (8/10/2026) malam.
Kegiatan yang didukung Kodim 0401/Muba dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk merawat tradisi, menjunjung sportivitas, serta memperkuat persaudaraan lintas kecamatan.
Mengusung tema “Budayake Senjang, TNI Kuat Bersama Rakyat”, perlombaan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI dan HUT ke-70 Kabupaten Musi Banyuasin. Pembukaan dilakukan langsung oleh Bupati Muba H. M. Toha Tohet, S.H., dengan dihadiri unsur Forkopimda, Asisten I Setda Muba Ardiansyah, kepala OPD, para camat, Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu Irwan Antony S., serta masyarakat.
Kodim 0401/Muba Perkuat Kebersamaan TNI dan Masyarakat
Komandan Kodim 0401/Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan menegaskan bahwa kegiatan berbasis budaya dan permainan tradisional tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan di kawasan Stable Berkuda Sekayu diharapkan dapat meningkatkan aktivitas masyarakat sekaligus memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperoleh manfaat ekonomi.
“Kita ingin Muba ramai, maju, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya. Kehadiran kegiatan ini juga diharapkan membantu UMKM yang berjualan,” ujarnya.
Dandim juga menekankan pentingnya mengenalkan kesenian Senjang kepada generasi muda agar budaya khas Musi Banyuasin tidak tergerus perkembangan zaman.
“Senjang adalah budaya Muba. Kami yang bertugas di Muba sudah menjadi bagian dari masyarakat Muba. Karena itu, mari kita kenali dan lestarikan budaya daerah kita,” katanya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi sarana memperkuat kedekatan TNI dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kekayaan tradisi daerah.
Bupati Muba Ajak Peserta Junjung Sportivitas
Bupati Muba H. M. Toha Tohet mengapresiasi penyelenggaraan perlombaan yang dinilai mampu menghadirkan ruang interaksi positif di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa peringatan hari jadi daerah dan TNI hendaknya tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta menghidupkan kembali tradisi lokal.
“Laksanakan pertandingan dengan sportif. Yang paling penting, jaga kekompakan dan kebersamaan. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi,” pesan Bupati.
Ia juga mengingatkan bahwa keberlangsungan budaya daerah bergantung pada kemauan masyarakat untuk terus mengenalkan dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Melalui perlombaan tersebut, kesenian Senjang dan permainan Gaplek diharapkan semakin dikenal, diminati, serta mendapat tempat di tengah kehidupan masyarakat modern.
Ratusan Peserta dari 15 Kecamatan Ambil Bagian
Ketua Pelaksana H. Yusnin, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni 8–9 Oktober 2026, dengan melibatkan peserta dari 15 kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin.
Pada cabang Senjang, kategori pelajar diikuti 26 peserta atau 13 pasangan. Sementara kategori umum diikuti 24 peserta atau 12 pasangan.
Adapun lomba Gaplek kategori umum diikuti 258 pasangan atau 512 peserta dengan dukungan 109 meja pertandingan. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik dan mampu menjadi sarana berkumpulnya masyarakat dari berbagai wilayah.
Panitia berharap kegiatan ini dapat memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya sekaligus mendorong perkembangan olahraga tradisional dan rekreasi.
Senjang Dilestarikan, Gaplek Didorong Menuju Olahraga Prestasi
Selain memperkuat kebersamaan, penyelenggaraan lomba juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan tradisi lokal melalui pembinaan dan pengembangan yang lebih terstruktur.
Senjang sebagai kesenian khas Musi Banyuasin diharapkan terus dibudayakan, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda. Sementara itu, Gaplek didorong berkembang sebagai olahraga tradisional dan rekreasi melalui wadah Olahraga Tradisional dan Rekreasi (Orado).
Panitia bahkan menyampaikan harapan agar Gaplek dapat berkembang lebih jauh melalui pembinaan bersama KONI, sehingga berpeluang masuk ke jalur olahraga prestasi menuju PON 2028.
Langkah tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi permainan yang selama ini dikenal sebagai hiburan masyarakat untuk berkembang menjadi aktivitas olahraga yang memiliki sistem pembinaan dan kompetisi berkelanjutan.
Hadiah Jutaan Rupiah untuk Para Juara
Untuk meningkatkan motivasi peserta, panitia menyiapkan hadiah bagi pemenang lomba Senjang kategori pelajar dan umum. Juara pertama memperoleh Rp4 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta, disertai trofi serta piagam penghargaan.
Bupati Muba turut memberikan tambahan hadiah masing-masing Rp1 juta bagi para juara pada kategori Senjang tersebut.
Sementara itu, perlombaan Gaplek menyediakan hadiah dengan nominal yang sama, yakni Rp4 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, dan Rp2 juta untuk juara ketiga, lengkap dengan trofi dan piagam. Dandim 0401/Muba juga memberikan bonus tambahan masing-masing Rp1 juta bagi para juara.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0401/Muba bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berharap pelestarian budaya, penguatan persaudaraan, pengembangan olahraga tradisional, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.
Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi bukti bahwa budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan sosial yang mampu menyatukan TNI dan rakyat dalam membangun Musi Banyuasin.(Eggy)









Komentar