MUSI BANYUASIN,KM – Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tangki diduga bermuatan minyak industri kembali menyoroti lemahnya pengawasan kendaraan angkutan di jalur strategis nasional. Peristiwa itu terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi Kilometer 182, tepatnya di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Kecelakaan bermula ketika sebuah truk tangki bernomor polisi BD 8616 EU melaju dari arah Jambi menuju Palembang. Diduga sopir tidak mampu mengendalikan kendaraan saat melintas di ruas jalan lurus yang menurun. Tanpa sempat mengerem dengan aman, truk tangki itu menghantam keras bagian belakang truk box yang tengah berhenti akibat antrean kendaraan di jalur nasional tersebut.
Benturan keras membuat bagian depan truk tangki ringsek parah. Situasi semakin mencekam ketika tak lama setelah tabrakan, truk tangki tersebut terbakar di lokasi kejadian. Kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi ke udara, memicu kepanikan para pengguna jalan yang melintas di jalur logistik vital penghubung Sumatera Selatan dan Jambi itu.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Truk box yang menjadi korban tabrak diketahui dikemudikan oleh Alga Sopian Yanuardi (29), seorang wiraswasta asal Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Saat kejadian, kendaraan yang dikemudikannya sedang berhenti karena antrean panjang kendaraan di Jalintim.
Yang memicu tanda tanya besar, sopir truk tangki justru dilaporkan langsung meninggalkan lokasi usai kecelakaan terjadi. Hingga kini identitas pengemudi tersebut masih misterius.
Kapolsek Bayung Lencir AKP Tiyan Talingga, ST, MT melalui Kanit Reskrim IPDA Rolly Setiawan menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pemilik truk tangki tersebut.
“Identitas pemilik truk tangki belum diketahui. Saat ini Polsek Bayung Lencir masih melakukan penyelidikan serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Sopirnya juga belum diketahui identitasnya, dan truk tersebut tidak memiliki tanda kepemilikan seperti truk tangki BBM industri pada umumnya yang biasanya mencantumkan nama badan usaha,” ujar IPDA Rolly Setiawan saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kendaraan yang terlibat kecelakaan sekaligus terbakar tersebut. Keberadaan truk tangki tanpa identitas perusahaan juga menjadi perhatian aparat karena berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai berbagai informasi yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut.
“Kami mengharapkan masyarakat tidak termakan isu yang belum jelas kebenarannya karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.
Kapolsek Bayung Lencir juga menyayangkan munculnya sejumlah pemberitaan yang dinilai tidak melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian sebelum dipublikasikan, sehingga berpotensi menimbulkan opini liar.
Sebagai informasi, Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi merupakan salah satu urat nadi distribusi logistik di Sumatera bagian selatan yang setiap hari dipadati kendaraan angkutan barang dan truk berat lintas provinsi.
Hingga kini, aparat Polsek Bayung Lencir masih terus memburu identitas sopir yang kabur serta menelusuri siapa pemilik truk tangki misterius tersebut. Kasus ini pun membuka kembali pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang berada di balik kendaraan tanpa identitas yang bebas melintas di jalur strategis nasional.(Eggy)








Komentar