Kebakaran Beruntun di Babat Toman dan Bayung Lencir, Praktik Illegal Refinery Kian Mengkhawatirkan

Muba72665 Dilihat

MUSI BANYUASIN,KM – Aktivitas penyulingan minyak ilegal di Kabupaten Musi Banyuasin kembali memakan korban kerugian. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengolahan minyak ilegal dilaporkan dilanda kebakaran hebat di wilayah Kecamatan Babat Toman dan Kecamatan Bayung Lencir. Rentetan peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap praktik ilegal yang masih berlangsung.

Peristiwa pertama terjadi pada Jumat malam (26/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Pal 6 menuju Sungai Angit, Kecamatan Babat Toman. Beberapa jam berselang, insiden serupa kembali terjadi pada Sabtu sore (27/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Simpang Patin, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir.

Informasi yang dihimpun dari warga di lapangan menyebutkan, kebakaran di Pal 6 diawali dengan suara ledakan keras sebelum api berkobar membakar lokasi penyulingan. Besarnya kobaran api bahkan terlihat dari kejauhan dan sempat menerangi langit malam, sehingga menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Seorang warga berinisial KA mengungkapkan bahwa lokasi penyulingan tersebut berada tepat di tepi jalan sehingga banyak pengendara dan warga berhenti untuk menyaksikan kebakaran. Menurutnya, posisi kilang yang berada di jalur umum membuat insiden tersebut dengan cepat menjadi perhatian masyarakat.

KA juga menyebutkan, berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan sekitar, lokasi penyulingan minyak yang terbakar diduga merupakan milik seseorang bernama Leman. Kilang tersebut disebut berada di Pal 6, tepat di ruas jalan menuju Sungai Angit.

Hingga berita ini disusun, Kapolsek Babat Toman, Iptu Faisal, belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp telah diterima, namun belum memperoleh balasan.

Sementara itu, kebakaran kedua terjadi di kawasan Simpang Patin, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi ke udara setelah api melalap lokasi yang diduga menjadi tempat penyulingan minyak ilegal. Kejadian itu kembali mengundang perhatian warga karena berada tidak jauh dari badan jalan.

Salah seorang warga berinisial MM mengaku awalnya hanya melihat kepulan asap tebal dari kejauhan. Setelah mendekati lokasi, barulah diketahui bahwa objek yang terbakar merupakan tempat penyulingan minyak ilegal. Ia kemudian segera menghubungi pihak terkait untuk melaporkan kejadian tersebut.

MM mengaku belum mengetahui siapa pemilik lokasi maupun penyebab pasti kebakaran. Saat itu, menurutnya, situasi di sekitar tempat kejadian masih dipenuhi warga yang berdatangan untuk melihat langsung peristiwa tersebut.

Terpisah, Kapolsek Bayung Lencir, AKP Tiyan Talingga, ST., MT., membenarkan telah menerima informasi mengenai kebakaran tersebut. Ia mengatakan personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi guna melakukan pengecekan dan memastikan kondisi di lapangan.

Rentetan kebakaran yang kembali terjadi di dua lokasi berbeda dalam waktu yang berdekatan menjadi sinyal bahwa aktivitas penyulingan minyak ilegal di Musi Banyuasin masih berlangsung. Masyarakat kini menaruh harapan besar agar aparat penegak hukum tidak hanya menangani dampak kebakaran, tetapi juga melakukan langkah tegas terhadap pelaku maupun jaringan yang diduga terlibat dalam praktik ilegal tersebut, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang.(Eggy)

Komentar