Dandim 0401/Muba Pimpin Langsung Penanganan Karhutla di Muara Medak, Gabungan Tim Perkuat Pemadaman

Muba82757 Dilihat

MUARA MEDAK, KM — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Upaya tersebut kembali dilakukan di Dusun 5 Trans Lampung, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Sabtu (19/9/2026).

Dalam operasi lapangan tersebut, Dandim 0401/Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan hadir dan memimpin langsung personel gabungan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah titik-titik panas kembali berkembang.

Kegiatan melibatkan unsur Kodim 0401/Muba, Batalyon TP 948/SS, Manggala Agni, BPBD, KPH, pemerintah Kecamatan Bayung Lencir, RPK PT Tekciko, TRC, RPK PT HBM, KMPA Bromo Sakti, KMPA Manggala Sakti, serta warga yang berada di sekitar lokasi terdampak.

Dandim Tekankan Pemadaman Harus Dilanjutkan Pendinginan Letkol Inf Dimas Kurniawan menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari padamnya kobaran api. Proses pendinginan dan pemeriksaan ulang terhadap area yang terbakar menjadi bagian penting untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu. Setelah api berhasil dikendalikan, pendinginan wajib dilakukan secara menyeluruh agar bara yang masih tersisa tidak kembali menjadi sumber api,” kata Dimas.

Berdasarkan kondisi di lapangan, area yang terdampak kebakaran merupakan lahan gambut dengan tutupan vegetasi berupa semak belukar, tanaman sawit, dan karet. Lokasi tersebut berada di kawasan HGU PT Tekciko yang dalam pemanfaatannya juga telah dikelola oleh masyarakat.

Peralatan Pemadam Dikerahkan ke Titik Kebakaran Untuk mempercepat proses penanganan, tim gabungan mengoperasikan sejumlah sarana pemadam. Peralatan yang digunakan antara lain mobil pemadam TNI AD, armada Manggala Agni, pompa mini Streker, pompa Wick, hingga mesin Robin.

Peralatan tersebut digunakan menyesuaikan kondisi medan dan titik api yang berada di kawasan dengan karakteristik lahan gambut.

Selain memusatkan upaya pada pemadaman, petugas juga menyisir area sekitar untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal. Pemeriksaan titik api, proses pendinginan, pendataan kondisi lokasi, hingga dokumentasi lapangan turut dilakukan sebagai bagian dari kegiatan penanganan.

Masyarakat Turut Turun Tangan Upaya penanggulangan juga dibarengi langkah pencegahan melalui pendekatan kepada masyarakat. Warga diberikan pemahaman mengenai risiko pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama pada kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap penyebaran api.

Dimas menyebut partisipasi warga menjadi salah satu unsur penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Sekitar 40 masyarakat ikut bergabung membantu petugas di lapangan.

“Dukungan masyarakat sangat berarti. Sekitar 40 warga ikut bersama-sama membantu proses penanganan. Ini menjadi bukti bahwa pencegahan dan penanggulangan karhutla membutuhkan gotong royong, bukan hanya mengandalkan petugas,” tegasnya.

Dengan keterlibatan berbagai unsur tersebut, penanganan di Muara Medak diharapkan mampu mengendalikan area terdampak sekaligus menekan kemungkinan munculnya kembali titik api, khususnya di kawasan gambut yang memiliki potensi kebakaran berulang.(Eggy)

Komentar