PALEMBANG, KM — Penguatan organisasi dan peningkatan kualitas pers digital terus didorong Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan. Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan pengurus SMSI pada delapan kabupaten/kota untuk masa bakti 2026–2029 yang berlangsung di Hotel OPA, Senin (21/9/2026) malam.
Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi bagi SMSI dalam memperluas jaringan organisasi sekaligus memperkuat peran perusahaan media siber di berbagai daerah. Delapan daerah yang kepengurusannya dikukuhkan yakni Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, Empat Lawang, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, serta Kota Lubuklinggau.
Prosesi pengukuhan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Dewan Penasihat dan jajaran pengurus SMSI Sumsel, pengurus SMSI kabupaten/kota, serta perwakilan organisasi perusahaan media dan organisasi kewartawanan di Sumatera Selatan.
Wakil Bupati OKU Selatan, Drs. H. Misnadi, M.M., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa amanah organisasi tersebut tidak berhenti pada seremoni pelantikan, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsi media.
Menurut Misnadi, perkembangan teknologi komunikasi telah membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat. Kehadiran platform digital dan media sosial memungkinkan informasi diterima masyarakat dalam hitungan detik, termasuk oleh warga yang berada di wilayah pedesaan, kawasan perkebunan hingga daerah pegunungan.
Di tengah derasnya arus informasi tersebut, keberadaan perusahaan media yang menjalankan praktik jurnalistik secara profesional dinilai semakin penting. Media dituntut mampu menyajikan informasi yang terverifikasi sehingga masyarakat dapat memperoleh pemberitaan yang faktual sekaligus memiliki rujukan dalam memilah informasi yang benar dan informasi yang menyesatkan.
Misnadi juga mendorong SMSI di setiap daerah untuk membangun hubungan komunikasi yang terbuka dengan pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya, hubungan kelembagaan yang baik dapat menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan informasi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Jadikan SMSI sebagai mitra yang baik bagi pemerintah kabupaten dan kota. Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik untuk bersama-sama memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumatera Selatan, Rika Efianti, S.E., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Sumsel, memberikan apresiasi terhadap pengukuhan delapan kepengurusan SMSI di tingkat kabupaten/kota.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membuka ruang sinergi dengan SMSI dalam memperluas penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat. Peran media, kata dia, juga penting dalam membantu memberikan edukasi publik di tengah maraknya penyebaran hoaks dan misinformasi di ruang digital.
“Kami sangat percaya dan yakin bahwa SMSI ke depan dapat terus bersinergi dan bersama-sama dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota untuk menyebarkan informasi yang benar serta menangkal hoaks dan misinformasi,” katanya.
Rika juga menggarisbawahi pentingnya menjaga semangat kebersamaan di dalam organisasi. Menurutnya, kekompakan dan komunikasi antarpengurus menjadi salah satu modal penting agar SMSI mampu berkembang sekaligus menjalankan perannya secara konsisten di tengah perubahan ekosistem media.
Pada kesempatan yang sama, Ketua SMSI Sumatera Selatan Jon Heri menjelaskan bahwa organisasi tersebut berdiri pada 2017 sebagai wadah bagi perusahaan media siber. Kehadiran SMSI juga diarahkan untuk mendorong tumbuhnya industri media online yang sehat serta meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan pers.
Jon Heri menilai perkembangan teknologi media harus berjalan beriringan dengan peningkatan tanggung jawab jurnalistik. Kecepatan menyampaikan informasi, menurutnya, tidak boleh mengesampingkan proses verifikasi, keberimbangan, akurasi, dan prinsip kehati-hatian dalam pemberitaan.
Ia mengingatkan seluruh pengurus maupun wartawan yang berada dalam ekosistem SMSI agar menjadikan kode etik jurnalistik sebagai pedoman utama. Setiap informasi yang berkaitan dengan dugaan terhadap seseorang maupun persoalan tertentu harus melalui proses konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
“Berita harus benar. Kalau ada dugaan terhadap seseorang atau suatu persoalan, harus ada konfirmasi. Jangan sampai berita yang dibuat tidak berimbang,” tegasnya.
Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, SMSI Sumsel juga terus mendorong peningkatan kompetensi wartawan melalui berbagai program. Salah satunya melalui kegiatan uji kompetensi wartawan yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan profesionalisme insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, Jon Heri mendorong perusahaan media anggota SMSI agar turut memberikan ruang pemberitaan terhadap berbagai potensi di tingkat desa. Media diharapkan tidak hanya menyoroti persoalan, tetapi juga mengangkat program pembangunan, inovasi, potensi ekonomi serta kegiatan positif yang dilakukan pemerintah desa dan masyarakat.
Ia pun berpesan kepada seluruh pengurus SMSI yang baru dikukuhkan agar menjaga soliditas organisasi setelah kembali menjalankan aktivitas di daerah masing-masing. Konsolidasi internal dan komunikasi dengan berbagai pihak dinilai penting untuk memastikan organisasi berjalan sesuai ketentuan.
“Setelah kembali ke daerah masing-masing, saya berharap seluruh pengurus tetap kompak. Bangun komunikasi yang baik dan jalankan organisasi sesuai aturan,” pesan Jon Heri.
Dengan dilantiknya delapan kepengurusan baru tersebut, SMSI Sumatera Selatan kini semakin memperluas konsolidasi organisasi di tingkat daerah. Ke depan, keberadaan SMSI diharapkan dapat ikut memperkuat tata kelola perusahaan media siber, meningkatkan kualitas jurnalistik, serta menghadirkan informasi yang kredibel dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pers digital yang profesional, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.(Eggy)









Komentar